Edisi bulan Juni-Juli. Sudah terbit diharapkan para ketua lingkungan untuk mengambil majalah tersebut setelah misa hari Sabtu dan Minggu di rumah seberang pastoran
Citra Kekudusan Alba adalah pakaian putih panjang hingga sebatas pergelangan kaki, dan memiliki lengan panjang hingga pergelangan tangan. Kata “alba” dalam bahasa Latin artinya “putih”. Alba adalah pakaian luar yang umum dikenakan di kalangan Graeco-Romawi dan mirip dengan soutane yang dikenakan di Timur Tengah. Tetapi, mereka yang berwenang mengenakan alba dengan kualitas yang lebih baik dengan aneka sulaman atau gambar. Beberapa alba modern memiliki kerah sehingga amik tidak diperlukan lagi. Tujuan rohani alba adalah mengingatkan imam akan pembaptisannya, saat kain putih diselubungkan padanya guna melambangkan kemerdekaannya dari dosa, kemurnian hidup baru, dan martabat Kristiani. Di samping itu, Kitab Wahyu menggambarkan para kudus yang berdiri sekeliling altar Anak Domba di surga sebagai “Orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (7:14). Demikian pula imam wajib mempersembahkan Misa dengan kemurnian tubuh dan jiwa, dan dengan kelayakan martabat imamat Kristus. Di beberapa negara tropis, termasuk Indonesia, jika tidak ada alba, maka dapat dipakai jubah yang berwarna putih. Doa ketika mengenakan alba:“Sucikanlah aku, ya Tuhan, dan bersihkanlah hatiku, agar aku boleh menikmati kebahagiaan kekal karena telah dibasuh dalam darah Anak Domba.”YESAYA: www.indocell.net/yesaya
Sekedar mengingatkan. Mohon agar para pengguna aula bawah/ atas, setelah selesai pastikan AC sudah dimatikan, kursi/meja sudah dirapihkan, jendela sudah ditutup, sampah peserta kegiatan (mis. tempat minuman/ bungkus makanan sudah dibereskan dan dimasukkan ke tong sampah
Supaya bisa didorong maju/mundur (bila diperlukan), kendaraan yang parkir di halaman gereja jangan di-rem tangan; dan kopling perlu di-netralkan. Ingat, halaman gereja untuk kepentingan bersama, bukan diri sendiri
Gereja/aula adalah fasilitas umum/ bersama. Agar satu sama lain yang adalah saudara seiman bisa saling tahu dan tak terjadi tubrukan, maka dimohon supaya yang menggunakan Gereja/ Aula (Rutin/ tidak rutin), menuliskan sendiri penggunaan sarana itu (siapa, utk apa, pk... s/d ...pk....) di Buku Agenda Penggunaan Gereja/ Aula yang ada di Ruang Tamu – Pastoran




