
Bacaan I : Ul. 8:2-3, 14b-16a; Bacaan II : 1 Kor. 10: 16–17;
Bacaan Injil: Yoh. 6:51-58
BUKTI CINTA PALING NYATA
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan ini ditetapkan oleh Paus Urbanus IV pada tahun 1264 dan diperingati setiap tahun pada hari Minggu setelah perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Selain untuk mengenang pengurbanan Kristus di kayu salib, perayaan ini juga memiliki makna eskatologis yaitu jaminan kehidupan kekal bagi siapa saja yang menyambutnya. Ketiga bacaan hari ini melukiskan bagaimana keluhuran Ekaristi sebagai penyertaan Allah di dalam kehidupan umat beriman.
Bacaan pertama berkisah tentang Musa yang mengingatkan bangsa Israel bagaimana penyertaan Allah selama mereka mengembara di padang gurun. Dalam penyertaan-Nya, Allah memelihara bangsa pilihan-Nya itu dengan menurunkan makanan ajaib bernama manna, sebuah makanan yang tidak dikenal oleh bangsa Israel, juga oleh nenek moyang mereka. Allah menginginkan Israel bersikap rendah hati dan mengerti bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti saja melainkan dari firman-Nya (Ul. 8:3).
Meski manna adalah makanan yang diturunkan dari surga oleh Allah sendiri, namun sifatnya hanya sementara. Kebutuhan manusia adalah makanan untuk hidup kekal. Karena itulah dalam bacaan Injil, Yesus Sang Putera Allah menegaskan bahwa diri-Nya adalah roti hidup yang telah turun dari surga. Siapa saja yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya (Yoh 6:51-52). Perkataan Yesus ini tentu susah untuk dicerna oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu. Mereka memahaminya secara harafiah karena itu mereka tidak percaya dan menolak Yesus. Padahal, dengan menerima Dia dan mengikuti-Nya maka manusia akan menerima keselamatan dan kehidupan kekal.
Tubuh dan Darah Kristus nyata di dalam Ekaristi Kudus. Dengan menyambutnya kita mengalami persatuan sesungguhnya dengan Yesus sendiri. Dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, Paulus menegaskan bahwa selain bersatu dengan Kristus, mereka juga dipersatukan di dalam satu tubuh yaitu Gereja.
Perayaan ini merangkum seluruh pesan bahwa Ekaristi adalah bukti cinta Yesus yang paling nyata untuk kita. Setelah kita menerima kekuatan dari Tubuh dan Darah-Nya, kita diutus untuk menjadi "roti yang terpecah" untuk menjadi saksi-saksi-Nya bagi orang lain di rumah, di lingkungan atau tempat kerja, termasuk memelihara alam ciptaan-Nya. Semoga kita semua yang telah dikuatkan oleh Tubuh dan Darah Kristus, dapat dengan sungguh-sungguh mewartakan iman kita melalui tindakan nyata bagi sesama dan alam ciptaan yang telah dipercayakan di dalam hidup kita. Amin. [FH]




