
Bacaan I : Kis. 2:14a,36-41; Bacaan II : 1Ptr. 2:20b-25;
Bacaan Injil: Yoh. 10:1-10.
SATU PINTU
Salah satu lambang hubungan antara Israel dengan Allah adalah domba dan gembala. Dalam bacaan Injil hari ini Yesus menyampaikan perumpamaan yang berkaitan dengan domba. Domba-domba menempati kandang yang mempunyai pintu dan ada seorang penjaga yang menjaga mereka. Seorang gembala masuk ke kandang melalui pintu dan dia dikenal oleh penjaga kandang yang akan membukakan pintu baginya. Dengan demikian siapa saja yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu maka bisa dipastikan bahwa dia adalah pencuri dan perampok (Yoh 10:1). Yesus menegaskan perumpamaan ini bahwa Ia sendiri adalah pintu bagi domba-domba. Melalui Dia, siapa saja yang masuk akan menemukan keselamatan, dan hidup berkelimpahan. Sebaliknya, pencuri yaitu mereka yang masuk tidak melalui pintu, hanya datang untuk maksud-maksud yang jahat dan demi kepentingannya sendiri.
Di dalam Yesus ada keselamatan karena Dia adalah Kristus dan Allah sendiri yang menjadikannya demikian. Itulah khotbah Petrus di hadapan orang-orang Yahudi pada bacaan pertama. Kesaksian Petrus ini mereka membuat goyah orang-orang Yahudi sehingga mereka bertanya-tanya, “Apa yang harus kami perbuat?” Petrus menyerukan pertobatan dengan menerima baptisan dalam nama Yesus agar dosa-dosa mereka diampuni dan memperoleh karunia Roh Kudus (Kis 2:28). Berkat kesaksian Petrus dan para rasul, jumlah para pengikut Yesus bertambah tiga ribu orang pada hari itu.
Bertobat dan menerima baptisan tidak serta merta membuat hidup berjalan seperti yang diinginkan. Pengorbanan yang sudah dilakukan sering kali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jemaat yang menjadi tujuan surat pertama Petrus pun mengalami hal yang sama. Petrus menasehati jemaat agar tetap patuh dan setia. Petrus meneguhkan jemaat bahwa Yesus telah menderita dan meninggalkan teladan kepada mereka agar mengikuti jejak-Nya (1Ptr 2:21). Petrus menekankan agar jemaat hidup untuk kebenaran karena dosa-dosa mereka telah dipikul dan ditanggung oleh Yesus.
Kita yang hidup di masa kini tidak terlepas dari persoalan-persoalan yang dialami oleh jemaat perdana. Pada hari Minggu Panggilan ini, kita diingatkan kembali bahwa kita dipanggil untuk menuju satu pintu yaitu Yesus sendiri, bukan yang lain. Di sisi lain, kita yang adalah para pengikut Kristus, yang telah menerima pengampunan atas dosa-dosa kita, dipanggil untuk meneladani Tuhan kita Yesus Kristus. Dia yang saat dicaci maki, tidak membalas dengan mencaci maki; ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Itulah hidup panggilan kita. Mari kita melaksanakannya dengan penuh sukacita bukan untuk diri kita sendiri melainkan bagi kemuliaan nama-Nya. [R]




