Lambang Cinta dan Pengorbanan Kasula, disebut juga planeta, adalah pakaian luar yang dikenakan di atas alba dan stola. Kasula merupakan busana khas imam, khususnya selebran dan konselebran utama, yang dipakai untuk memimpin Perayaan Ekaristi. Kasula melambangkan keutamaan cinta kasih dan ketulusan untuk melaksanakan tugas yang penuh pengorbanan diri bagi Tuhan. Selama berabad-abad model kasula telah mengalami beberapa perubahan dan variasi. Kasula berasal dari kata Latin “casula” yang artinya “rumah”; kasula di kalangan Graeco-Romawi serupa sebuah mantol tanpa lengan yang sepenuhnya menutupi tubuh dan melindungi si pemakai dari cuaca buruk. Tujuan rohani kasula adalah mengingatkan imam akan kasih dan pengurbanan Kristus, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol 3:14). Doa ketika mengenakan kasula:“Ya Tuhan, Engkau pernah bersabda: `kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.' Buatlah aku sanggup mengenakan pakaian ini agar dapat memperoleh rahmatmu. Amin.”Pada Abad Pertengahan, muncul dua interpretasi populer mengenai makna busana liturgis ini. Interpretasi yang paling umum menafsirkan busana liturgis sebagai simbol sengsara Yesus: kain yang digunakan prajurit untuk menutup muka-Nya (amik) dan jubah (alba) sementara Ia diolok-olok dan disesah; tali-temali dan belenggu (singel) yang membelenggu-Nya sepanjang penderaan; salib (stola) yang Ia panggul; dan jubah tak berjahit (kasula) yang atasnya para prajurit membuang undi. Interpretasi lain yang juga populer lebih berfokus pada busana itu dari asal-usulnya yang dari militer Romawi, yang dipandang sebagai simbol imam sebagai laskar Kristus yang berperang melawan dosa dan setan.Pada intinya, busana-busana liturgis yang dikenakan dalam perayaan Misa memiliki dua tujuan utama. Pertama, “Gereja adalah Tubuh Kristus. Dalam Tubuh itu tidak semua anggota menjalankan tugas yang sama. Dalam perayaan Ekaristi, tugas yang berbeda-beda itu dinyatakan lewat busana liturgis yang berbeda-beda. Jadi, busana itu hendaknya menandakan tugas khusus masing-masing pelayan. Di samping itu, busana liturgis juga menambah keindahan perayaan liturgis” (Pedoman Umum Misale Romawi No. 335). Kedua, busana liturgis mengilhami imam dan semua umat beriman untuk merenungkan arti simboliknya yang kaya makna.diambil dari : YESAYA: www.indocell.net/yesaya
Temukan jawaban dr berbagai pertanyaan mengenai jodoh & cinta, langsug oleh ahlinya, hanya di talkshow Jodoh.. Harapan vs Realita, 22 Juli 2012 jam 09.25 WIB @Aula atas Gereja St. Theresia. HTM promo : 49 ribu (transfer sebelum 15 Juli 2012 ke BCA Yuslinar Mariani Simangunsong AC.6470294785) RSVP : Inggrid Jong (021-9370-0373) atau Felicia Lukman (0815-14-953-999)
Untuk bulan September, akan dimulai pada hari Sabtu 1 September dan Minggu 2 September. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Sekretariat paroki pada jam kerja
Bagi anak2 tingkat SMP & SMU yg bersekolah di sekolah non katolik disarankan agar mengikuti kegiatan PAKSNK yg diadakan setiap minggu ke 3 pukul 10.15 di aula St. Anna
Akan diadakan pada hari Rabu, 18 Juli, pukul:10.00 di aula Santa Dorotea. Diharapkan para Warakawuri se paroki untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN




