
Bacaan I : Kis. 2:1-11; Bacaan II : 1Kor. 12:3b-7,12-13;
Bacaan Injil: Yoh. 20:19-23..
DIMAMPUKAN OLEH ROH KUDUS
Pentakosta merupakan hari peringatan Turunnya Roh Kudus atas para rasul. Pentakosta berasal dari bahasa Үunani yang berarti hari kelimapuluh, merujuk pada peristiwa ini terjadi limapuluh hari setelah perayaan Paskah (Shavuot). Pentakosta menandakan kelahiran Gereja dan pemberian Roh Kudus kepada orang percaya.
Peristiwa Pentakosta adalah sebuah kelanjutan karya keselamatan Allah kepada manusia, tidak terbatas kepada orang-orang Yahudi saja. Bacaan pertama dengan jelas mengungkapkan bagaimana para rasul yang kepenuhan dengan Roh Kudus dapat bercakap-cakap dengan bahasa lain (Kis 2:4). Ini menunjukkan bahwa keselamatan tidak eksklusif untuk orang Yahudi saja. Lalu apa yang didengar oleh orang-orang itu? Kisah Para Rasul menyebutkan bahwa mereka mendengar para rasul menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah (Kis 2:11). Sejak hari itu pewartaan kabar sukacita bergerak menuju kepada semua bangsa.
Tugas perutusan untuk mewartakan Injil disampaikan oleh Yesus sendiri kepada para murid. Dalam bacaan Injil dikisahkan setelah kebangkitan-Nya Yesus menampakkan diri kepada para murid yang saat itu sedang dilanda ketakutan. Kedatangan-Nya mengubah ketakutan menjadi damai, menghapus segala keraguan dan memulihkan iman para murid. Kehadiran Yesus adalah untuk menyerahkan tongkat estafet perutusan “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21).
Gereja perdana dituntun oleh Roh Kudus yang memampukan para murid dalam memberitakan Injil dan kabar baik kepada semua bangsa.Roh Kudus mengubah pribadi-pribadi yang lemah menjadi pewarta yang luar biasa. Tidak ada rasa takut dan gentar lagi dalam memberitakan Injil sampai ke seluruh dunia. Tidak hanya itu, kehadiran Roh Kudus juga memperbaharui batin dan menutun umat unuk menghasilkan buah-buah Roh, serta memampukan mereka hidup menurut ketetapan dan kehendak Tuhan.
Tugas perutusan tidak berhenti saat para murid wafat. Selama berabad-abad hingga saat ini, para pengikut Kristus dengan setia dan tanpa kenal lelah melanjutkan misi para rasul. Demikian halnya dengan kita yang telah menerima baptisan dan pencurahan Roh Kudus maka kitapun menerima tugas perutusan itu. Setiap orang telah diberi karunia oleh Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk dapat menghasilkan karya Allah bagi keselamatan jiwa-jiwa. Bersama Roh Kudus mari kita terus berkarya mewartakan Injil Kerajaan Allah! [MDR]




