MINGGU 23 November 2013 [ Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam ]
HR Yesus Kristus Raja Semesta Alam merupakan minggu terakhir dalam kalendarium liturgi sebelum memasuki tahun baru / Masa Adven. Sebagaimana terjadi pada peristiwa akhir, yaitu orang sering mengadakan refleksi atau evaluasi, marilah kita juga mengevaluasi dan berrefleksi atas diri kita masing-masing: panggilan, tugas perutusan dst. Adakah perkembangan atau pemantapan, peningkatan dalam hidup beriman, hidup manusiawi, karya / pegawai atau panggilan (berkeluarga, imam dan biarawan)? Apakah kita semakin dikuasai dan dirajai oleh Raja Yesus Kristus, sehingga memiliki `budaya Raja Yesus Kristus': cara melihat, cara merasa, cara berpikir, cara bersikap dan cara bertindak Yesus Kristus, dan bukan dengan caranya sendiri alias `sak penake wudhele dewe', menurut selera sendiri. Sebagai anggota tarekat / lembaga hidup bakti, sejauh mana saya semakin dijiwai oleh kharisma atau spiritualitas pendiri. Sebagai suami-isteri yang menyatu karena dan oleh cinta-kasih, sejauh mana semakin mengasihi sehingga berdua nampak bagaikan `anak kembar'. Sebagai pegawai atau karyawan semakin terampil dalam bekerja sesuai dengan bidang pekerjaan dan pelayanan masing-masing serta menghayati visi-misi unit / lembaga kerja di mana saya berada. Sebagai pelajar atau mahasiswa semakin mahir dalam belajar yang nampak dalam nilai-nilai akhir semester atau akhir tahun yang selalu naik meskipun hanya sedikit, dst. Dengan kata lain, pada akhir tahun liturgi ini marilah kita mawas diri apakah perjalanan setahun yang telah lewat sungguh bermanfaat dan berdaya-guna bagi hidup, keselamatan, kesejahteraan, panggilan atau tugas perutusan kita. Apakah kita juga sanggup menanggapi secara positif ajakan Sang Raja: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Hari ini di manapun berada, apapun yang kita kerjakan… ingat bahwa kita berada di Taman Firdaus. P. Ign. Sumarya, S.J.“dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”





Seorang teman bercerita bahwa ia sekarang sudah berhenti merokok dan sudah berhasil melakukannya lebih dari 3 bulan. Luar biasa, karena ia menjadi perokok berat sudah 30 tahun, segala upaya istri dan anak-anak untuk menghentikan kebiasaannya selalu sia-sia.
[..] "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22:37-40).
Manusia adalah ciptaan paling sempurna yang sangat berharga dimata Allah.Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh6:37-40).
Allah yang berbelas kasih tidak membalas sesuai kesalahan walaupun Ia menghajar orang yang dikasihiNya. Jauh sebelum masa pembuangan ke Babel, pada jaman Raja Uzia/Yotam/Ahas/Hizkia, Allah telah merencanakan pengampunan bagi umat Israel yang dianggap sudah menjalani hukuman dalam pembuangan; Ia berfirman melalui nabi Yesaya yang bernuat bahwa Allah mengurapi Koresh, raja Persia yang tidak mengenal Allah, untuk mengembalikan umatNya dari penderitaan dalam pembuangan di Babel.Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, (Yes 45:1, 4-6).