Beberapa hari yang lalu saya bertanya kepada anak saya: “Sedang belajar apa?”, dan anak saya menjawab: “Papa mau tahu aja... apa mau tahu banged???”, dengan lucunya. Tetapi jawaban anak saya itu rupanya terbawa saat saya merenungkan bacaan-bacaan hari ini. Bacaan pertama adalah bagian dari sebuah kisah yang sangat terkenal, yaitu: “Kisah Tulang Yehezkiel”, dimana dikatakan nabi Yehezkiel berada di dalam lembah yang dipenuhi dengan tulang-tulang kering. Lalu Tuhan menyuruh dia untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu, dan kemudian daging dan kulit tumbuh pada tulang-tulang itu serta akhirnya mereka bangkit hidup kembali. Tentu saja disini kita melihat betapa hebatnya kuasa Tuhan, akan tetapi yang lebih menarik adalah betapa besarnya keinginan Tuhan untuk membangkitkan kembali umat-Nya (3 kali diucapkan dalam perikopnya), bahkan umat-Nya yang telah menjadi tulang-tulang kering sekalipun (tulang-tulang kering menggambarkan besarnya penderitaan orang Israel pada pembuangan Babylon, dan telah lenyapnya harapan mereka). Sehingga bila kita dapat bertanya kepada Tuhan: “Tuhan, apakah Engkau mau membangkitkan umat-Mu.... mau aja.. apa mau banged??”, kiranya Tuhan akan menjawab: “Mau banged!”. (Buktinya Ia mengutus Putera terkasih-Nya untuk menderita bagi manusia). Akan tetapi, sungguh ironis apabila di satu sisi kita melihat begitu besarnya keinginan Tuhan agar umat-Nya hidup dan merdeka (Aku akan membuka kubur-kuburmu, membangkitkanmu… dan membiarkan kamu…), akan tetapi disisi lain kita melihat betapa besar pula kerinduan manusia untuk memperoleh keselamatan tetapi merasa tidak dapat memperolehnya, seperti yang diratapkan oleh pemazmur hari ini: “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! — Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti” (Maz 130). Bukankah sungguh aneh apabila dari satu sisi Tuhan ingin menyelamatkan umat-Nya, akan tetapi dari sisi lain manusia justru juga sangat ingin diselamatkan Tuhan, akan tetapi seolah-olah kedua hal itu tidak bisa terjadi? Kitab Roma pada bacaan kedua memberi penjelasan: “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu.”. Rupanya tinggal dalam Roh Allah adalah kuncinya, dan kita tahu bahwa kita perlu berdamai kembali dengan Allah (bertobat), dan melalukan perintah-Nya untuk tinggal di dalam-Nya, persis seperti yang sedang anda dan saya lakukan dalam masa Prapaskah ini. Kesemuanya itu dirangkum dan disimpulkan oleh Yesus dalam Injil hari ini saat Ia membangkitkan Lazarus, kata-katanya: “Saudaramu akan bangkit”–“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”–“Angkat batu itu!”(membuka kubur)–“Lazarus, marilah ke luar!”–“Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi”(memerdekakan). Menegaskan kembali betapa besarnya keinginan Tuhan akan keselamatan kita. Dan bagi kita yang sebentar lagi merayakan Paskah, apakah kita sudah mau sungguh-sungguh percaya dan hidup dalam Roh Tuhan agar kita turut dibangkitkan kelak?.. Mau aja.. apa mau banged??




