Beberapa thn lalu 2 turis Belanda, Hans & Gerard, melakukan perjalanan darat dr Ende ke danau Kelimutu/Flores, yg berjarak 60 km & ditempuh dlm waktu 3 jam. Mrk menyewa sebuah mobil tua. Sepanjang jalan Hans selalu kuatir & mengeluh akan kondisi mobil. Ia kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan atau remnya blong. Dia juga kuatir akan kondisi jalan yg berkelok2 dgn tikungan tajam & sempit. Sementara Gerard, rekannya, tampak santai2 saja. Ia begitu menikmati pemandangan yg indah, jalan yg berkelok2, hutan yg asri serta kampung2 tradisional. Ia selalu mengabadikan keindahan itu dgn kamera sakunya.Setelah 3 jam dlm perjalanan, tibalah mrk di danau triwarna Kelimutu. “Kok kamu sempat2nya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tdk kuatir?” tanya Hans. “Apa yg perlu dikuatirkan ? jawab Gerard. “Aku suka dgn perjalanan tadi”. Kisah ini memberi gambaran ttg bagaimana kekuatiran seringkali membuat kita kehilangan banyak hal yg indah & berharga dlm hidup ini. Banyak org hidup dlm kekuatiran akan apa yg blm terjadi. Orang seperti ini tdk akan menikmati kehidupan. Kebahagiaan hidup ini hanya milik orang yg mampu menikmatinya tanpa rasa kuatir.
Bacaan Injil hr ini (Mt 6:24-34), yg mrpkn lanjutan dr “Kotbah di Bukit”, berbicara ttg KEKUATIRAN. Apa itu kekuatiran ? Kekuatiran adlh “sikap takut akan sesuatu yg blm terjadi”. Sesuatu yg blm tjd menimbulkan ketidakpastian. Ketidakpastian menimbulkan rasa tdk aman. Dan rasa tdk aman menimbulkan kekuatiran. Kata “kekuatiran” dlm injil berasal dr kata “merimna” (bah. Yunani), yg berarti “kekuatiran yg berlebihan”. Kekuatiran mrpkn slh satu sifat manusia, namun mjd kontra produktif kalau berlebihan. Mengapa org ditimpa kekuatiran ? 1)Krn dia tdk mengandalkan Allah, melainkan harta benda dunia (“mamon” ayat 24). 2) Tdk ada “nilai” dlm hidupnya (ayat 25). Kita tdk dilahirkan hanya utk “makan, minum, berpakaian, dlsb”. Kita dilahirkan utk “hidup” & “hidup dlm kepenuhan”. Hidup lbh bernilai dr sekedar makan & minum. 3) Tdk prnh belajar (ayat 26, 28-30). Byk org kuatir menghadapi ujian, krn dia tdk belajar. Byk org kuatir menghadapi hidup ini, krn tdk prnh belajar menghadapi “kehidupan”. “Pandanglah burung2 di langit …” (ayat 26) perhatikan bunga bakung di ladang..(ayat 28). Alam memberi banyak pelajaran utk “kehidupan”. Lalu bagaimana kita bisa mengatasi kekuatiran ? Pertama, hrs menyadari STATUS kita sbg org yg percaya. Kita ini milik siapa ? “Kamu tdk dpt mengabdi kpd Allah dan kpd mamon” (ayat 24). Ketika kita mempercayakan hidup kita kpd “mamon”, maka muncullah kekuatiran. Tetapi sebaliknya, apabila kita mempercayakan hidup kita kpd Allah, akan timbul rasa aman, tentram dan bahagia. “Ketika aku memiliki istana, aku hanya memiliki sebagian; ketika aku memiliki sawah ladang, aku hanya memiliki sebagian; tetapi ketika aku memiliki Allah, aku memiliki segala-galanya”. Kedua, berpikir jernih dan logis. “Dapatkah kekuatiran menambah panjang hidupmu” (ayat 27) Kekuatiran tdk dapat menyelesaikan masalah. Masalah hanya bisa diselesaikan dgn “action”, dgn analisa yg tepat (SWOT) dan dgn perencanaan yg matang (SMART). Ketiga, percaya kpd penyelenggaraan Allah. “Bapamu di surga tahu, bhw kamu memerlukan semuanya itu” (ayat 32). Bahkan hal ini ditegaskan dgn sangat indah dlm bacaan I: “Dapatkah seorg perempuan melupakan bayinya ..sekalipun dia melupakannya, Aku tdk akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu” (Yes 49:15-16). Seorg beriman adalah seorg yg sangat tenang, kuat dan mantap, karena dia percaya Allah begitu dekat dan selalu melindunginya. Keempat, miliki prioritas yg tepat. “Carilah dahulu kerajaan Allah, maka semuanya itu akan ditambahkan kpdmu” (ayat 33). Dlm hidup ini, ada hal-hal penting dan tdk penting, serta ada hal2 yg mendesak dan tdk mendesak. Kalau kita menentukan skala prioritas secara tepat, maka sasaran hidup dapat tercapai dan rasa kekuatiran tdk akan timbul. Maka, apa yg dpt kita pelajari di bacaan hari ini ? Kekuatiran adalah sesuatu yg tdk perlu, tdk berguna bhkn tdk produktif. Kekuatiran bukan ciri2 org beriman. Bagi org beriman Allah jauh lbh besar dp mslh yg kita hadapi. “Aku tdk akan melupakan engkau. Aku melukiskan engkau di telapak tanganKu” (Yes 49:15-16). Luar biasa !! “Bapa di surga tahu, apa yg kamu perlukan?” (ayat 32) Maka, apa yg perlu dikuatirkan ?




