Bunda Maria, Cermin Kita Beriman
Kedekatan umat Katolik di berbagai belahan dunia dengan Bunda Maria sungguh luar biasa. Di Meksiko atau sebagian besar Negara Amerika Latin, setiap sudut rumah bahkan jalanan selalu dihiasi dengan patung Maria. Berbagai tempat ziarah bertema devosi kepada Bunda Maria berkembang pesat. Dalam bentuk yang paling sederhana banyak orang menyatakan kedekatan itu dengan berdoa rosario. Bahkan bagi sebagian orang, kesalehan mereka sungguh nyata saat berkanjang dalam devosi kepadaBunda Maria. Kita juga terbiasa menyimpan rosario dalam saku, mengalungkan di leher atau menggantungnya dalam kendaraan dengan maksud agar selamat dan lebih tenang tentunya.





Tahun 1944 Perang Dunia II berakhir. Sekelompok tentara memasuki sebuah kota, yang hancur akibat bom. Di pinggir kota, para tentara tiba di suatu tempat di mana pernah tertanam sebuah salib besar. Salib itu hancur berantakan. Mereka coba mencari pecahan-pecahannya. Selama 2 hari mereka berjuang mengumpulkan pecahan salib itu dan berhasil menyusun kembali : kepala, tubuh dan kaki Yesus. Namun mereka tidak berhasil menemukan tangan Yesus. Mereka tidak kehilangan akal. Mereka mendirikan kembali salib Yesus dan di kaki salib itu mereka pasang sebuah tulisan : AKU BUTUH TANGANMU. Setiap orang yang lewat di tempat itu dan melihat Yesus disalibkan tanpa tangan, seolah mendengar seruan Yesus : AKU BUTUH TANGANMU ..!!
Thn. 1928 Agnes Gonxha Bojaxhiu – gadis berusia 18 tahun – meninggalkan tanah airnya di Skopje / Kosovo untuk masuk Biara Suster Loreto di Calcutta / India. Th. 1931 dia mengikrarkan kaul pertama dgn memilih nama “Teresa”. Th 1946 dia meninggalkan biaranya untuk melayani orang-orang miskin di India. Thn 1950 Teresa mendirikan ordonya “Missionaries of Charity” dgn misi “melayani si lapar, si telanjang, si gelandangan, si pincang, si buta dan semua yg merasa tak diinginkan, tak dicintai, tak diperhatikan dalam masyarakat dan yg ditolak oleh siapapun”. Karyanya ini telah mjd monumen kemanusiaan yg tiada tandingannya. Th. 1979 dia dianugerahi Hadiah Nobel. Dia meninggal tgl. 5 September 1997 dlm usia 87 tahun & th. 2003 diberi gelar BEATO oleh Paus Yohanes Paulus II. Dia dikenal dgn panggilan “Mother Teresa” atau Bunda Teresa. Kata2nya antara lain : “Dlm hidup ini kita mungkin tdk dpt melakukan hal2 yg besar. Namun kita dpt melakukan hal2 kecil dgn cinta yg besar”.