JANGAN SIA-SIAKAN KERAHIMAN ALLAH
Manusia adalah ciptaan paling sempurna yang sangat berharga dimata Allah.Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yoh6:37-40).
Hidup di dunia fana ini hanyalah ‘syarat’ untuk menentukan arah kehidupan selanjutnya; harapan kita semua adalah memperoleh hidup yang kekal dalam kerajaanNya.Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? (1Kor15:19-22,29).
Kemuliaan kekal yang kita harapkan itu melebihi segala-galanya, jauh lebih besar bila dibandingkan dengan penderitaan yang harus kita alami di dunia fana ini![..] mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati". (1Kor15:30-32).
“Siapa yang mati dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, namun belum disucikan sepenuhnya, memang sudah pasti akan keselamatan abadinya, tetapi ia masih harus menjalankan satu penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu, supaya dapat masuk ke dalam kegembiraan surga” (KGK 1030).Siksaan yang harus dijalani dalam Api Penyucian tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan yang ada di dunia ini. Banyak Kesaksian yang telah dibuat oleh para Kudus semasa hidupnya yang menggambarkan betapa hebatnya penderitaan yang harus dialami jiwa-jiwa dalam api penyucian. Hal itu digambarkan oleh Santo Thomas Aquinas dengan kalimat: “Hukuman yang paling ringan dalam Api Penyucian beratnya melampaui semua penderitaan yang ada di dunia ini”.Mereka yang berada dalam api penyucian ini membutuhkan doa umat yang masih hidup, dan memang kita selalu mendoakan mereka dalam Misa Kudus.
Ada 7 cara yang disarankan untuk menghindari Api Penyucian, yaitu: 1. Beriman Teguh pada Allah dan KerahimanNya. 2. Menghilangkan penyebabnya yaitu Dosa. 3. Devosi kepada Bunda Perawan Maria. 4. Membuat silih dengan amal kasih. 5. Rela menderita. 6. Menerima Sakramen-sakramen terutama Ekaristi dan Perminyakan orang sakit. 7. Menerima kematian dengan pasrah.





[..] "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat 22:37-40).
Salah satu kecenderungan buruk manusia adalah sifat egois dan iri hati, ingin melebihi orang lain dan tidak senang melihat orang lain bahagia; kalau tidak dikelola dengan baik dan hati-hati, maka â??bawaanâ?? jelek ini bisa berkembang menjadi keserakahan dan semakin tidak tahu diri!
Allah yang berbelas kasih tidak membalas sesuai kesalahan walaupun Ia menghajar orang yang dikasihiNya. Jauh sebelum masa pembuangan ke Babel, pada jaman Raja Uzia/Yotam/Ahas/Hizkia, Allah telah merencanakan pengampunan bagi umat Israel yang dianggap sudah menjalani hukuman dalam pembuangan; Ia berfirman melalui nabi Yesaya yang bernuat bahwa Allah mengurapi Koresh, raja Persia yang tidak mengenal Allah, untuk mengembalikan umatNya dari penderitaan dalam pembuangan di Babel.Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, (Yes 45:1, 4-6).
Baik Bacaan Pertama maupun Injil bercerita tentang kebun anggur. Dalam setiap cerita, Tuhan sebagai pemilik kebun anggur telah memberikan kondisi tanah yang baik, perlengkapan cukup dan bibit anggur pilihan, bahkan perlindungan untuk kebun anggur-Nya. Tapi kemudian kebun anggur itu tidak memberikan buah yang baik kepada-Nya, baik karena kebun anggur berbuah buruk, ataupun karena penggarap-penggarapnya tidak memberikan buah yang baik kepadanya.