Alkisah ada seekor burung Kutilang bertemu dgn seekor Kucing, yg sdg menarik gerobak penuh dgn cacing sambil berteriak : "Cacing segar dijual..cacing segar dijual". Kutilang itu bertanya, berapa harga cacing itu. "Tiga ekor cacing dpt ditukar dgn satu bulu sayapmu", jawab Kucing. Krn ingin sekali makan daging cacing, maka Kutilang itu mencabut bulu sayapnya dan menukarnya dgn 3 ekor cacing. Setlh terbang sebentar, dia datang lagi utk membeli cacing sebanyak 2 kali lipat. Dan itu dilakukannya berkali-kali sampai dia tdk bisa terbang lagi, krn bulu bulu sayapnya habis. Di saat itulah Kucing menerkamnya dan binasalah Kutilang itu. Demikianlah kisah sebuah cobaan, yg jika tdk bisa diatasi akan dapat membinasakan diri sendiri (Kisah 1500 Ceritera Bermakna oleh P. Michalic SVD).
Bacaan injil hari ini (Mt 4:1-11) berceritera ttg "Yesus dicoba di padang gurun setelah berpuasa 40 hari 40 malam". Kata “cobaan” di sini berasal dr bah. Yunani "peirazein" yg artinya dicoba, diuji atau ditest! Padang gurun adalah simbol situasi yg sulit, serba kekurangan dan penuh tantangan. Dan “40” adalah sebuah angka simbolik utk menggambarkan periode waktu yg memadai sbg persiapan utk menghadapi misi mulia “menyelamatkan dunia”. Ada 3 jenis cobaan di sini : 1) mengubah batu menjadi roti (ayat 3-4); 2) menjatuhkan diri dari puncak bait Allah dan para malaikat akan menatangNya (ayat 5-7); 3) memperoleh semua kerajaan dunia dgn syarat menyembah Iblis (ayat 8-10). Cobaan I berkaitan dgn kekayaan dunia (makanan adalah pars pro toto utk kekayaan materiil). Cobaan II berkaitan dgn popularitas atau ketenaran. Cobaan III berkaitan dgn kekuasaan. Tiga cobaan ini disingkat menjadi "3 K" : Kekayaan, Ketenaran dan Kekuasaan. Apa jawaban Yesus terhdp 3 cobaan ini ? Terhdp Cobaan I, Yesus menjawab : "Manusia bkn hidup dari roti saja"(ayat 4 - bdk. Ulangan 8:3). Walau Yesus sangat lapar, krn sdh 40 hari 40 malam tdk makan dan minum, namun Dia tdk menggunakan kemampuan membuat mukjizat utk diriNya sendiri. Yesus membuat mukjizat utk manusia, khususnya utk mereka yg sangat membutuhkan, seperti : yg buta, yg lumpuh, yg sakit bahkan yg mati. Selain itu Yesus juga mau mengajarkan bhw manusia bkn butuh makan dan minum saja. Namun lbh dp itu, manusia butuh : perhatian, kasih sayang, pengakuan, "empati" dan juga "santapan jiwa/rohani". Terhdp Cobaan II, Yesus menjawab : "Jangan mencobai Tuhan Allahmu" (ayat 7 - bdk. Ulangan 6:16). Orang sering mencari jalan pintas utk meraih popularitas atau ketenaran. Jalan pintas tdk akan langgeng atau bertahan lama. Selain itu, iman yg bergantung kpd mukjizat dan tanda-tanda heran bknlah "iman yg benar". Kita tdk bisa memaksa Allah agar membantu kita supaya kita bisa beriman. Allah bekerja diam-diam, tanpa sensasi, tanpa kita hrs memaksaNya ! Terhdp Cobaan III, Yesus menjawab : "Engkau hrs menyembah Tuhan, Allahmu" (ayat 10 - bdk. Ulangan 6:13). Kekuasaan cenderung menjerumuskan seseorg kpd sikap otoriter, anarkis dan akhirnya atheis. Ungkapan "Power tend to corrupt" bisa berarti "Kekuasaan bkn saja membuat seseorang korupsi, tapi juga rusak secara mental dan karakter". Kekuasaan yg benar adalah kekuasaan yg bergantung kpd Allah dan dijalankan sesuai perintah Allah. Lalu apa yg kita dpt pelajari dari bacaan Injil hari ini ? Pertama, Yesus dicoba di padang gurun. “Padang gurun” adalah simbol situasi yg sulit, serba kekurangan dan penuh tantangan. Maka menghadapi “padang gurun” hidup ini, kita hrs lbh waspada ! Kedua, hidup kita tdk luput dari cobaan atau godaan. Cobaan bkn datang 1, 2 atau 3 kali, tapi bisa berkali-kali. Maka bkn cobaan itu yg penting, melainkan "sikap" kita menghadapi cobaan. Kita hrs tetap tenang, berpikiran jernih dan tegar. Ketiga, jawaban Yesus terhdp 3 cobaan selalu bersumber pada Firman Allah (Kitab Suci). Artinya, Firman Allah hrs menjadi kekuatan dan perisai kita menghadapi cobaan apapun. Seperti Yesus, kitapun harus kuat dan tetap bersandar kpd Allah. Cobaan harus memurnikan iman kita dan mendekatkan kita kpd Allah. Semoga masa Prapaskah ini dpt membaharui iman kita !!




