KASIH DAN PENGAMPUNAN TIADA TARA
Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada sekarang, sadar atau tidak, suka atau tidak, perubahan terjadi sangat cepat! Gadget keluaran terbaru akan menjadi ‘kuno’ dalam beberapa bulan; perusahaan yang tidak bisa mengikuti perkembangan akan gulung tikar dipecundangi pemain baru yang makin kreatif; tenaga profesionalpun harus merubah mindset dan mengikuti trend kalau tidak mau tergeser oleh orang-orang muda yang agresif. Pendeknya, yang tidak mau berubah mengikuti arus akan tergilas oleh perkembangan jaman!
Sementara itu, godaan yang makin canggih dan bervariasi terus mengintai seperti yang diingatkan oleh St Petrus bahwa [..] Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Ptr 5:8).
Siapa tahan didera ujian lahir-batin seperti itu? Siapa mampu melewati titian percobaan itu?
Deraan masalah kehidupan ditambah godaan dan cobaan yang datang silih berganti menyebabkan orang jatuh-bangun berusaha mempertahankan iman. Menilai kebaikan orang jadi sumir: gossip beredar dimana-mana; orang yang sekarang baik, mungkin besok berubah menjadi tidak baik; ada yang baik di masyarakat tapi tidak baik dalam keluarga sendiri, dst. Apa perlunya menilai kelemahan atau kemunafikan orang lain? Lebih berguna waspada menjaga diri agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, terus berusaha melakukan kehendak Bapa! Karena Bapa menghargai orang yang sungguh-sungguh berusaha melakukan kehendakNya. Kesadaran atas kondisi buruk (berdosa) yang kita alami, serta keberanian untuk bangkit dan kembali kepadaNya akan disambut dengan sukacita!
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." (Luk 15:4-7).
Seperti matahari terbit bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan hujan turun bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar, Allah mengasihi dengan setia tanpa batas dan syarat!
Ketegaran hati bangsa Israel sungguh keterlaluan! Walaupun ada mujizat berkali-kali didepan mata, diberi makan dari Sorga (Manna), bahkan dituntun siang-malam dalam tiang awan dan tiang api; namun begitu ditinggal Musa beberapa hari saja sudah berbalik menyembah lembu tuangan!
Kelemahan, kebebalan atau ketidak-setiaan yang sangat keterlaluan ini kiranya bisa dijadikan pelajaran, betapa mudahnya orang berbalik dari Allah dan berbuat dosa dengan berbagai alasan. Kesadaran dan kesungguhan hati untuk mengakui dosa-dosa kita dengan rendah hati akan menggerakkan belas kasihan Allah. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. (1 Tim 1:15-17).






Kata org bijak, kita hrs berkaca spy bisa membawa diri atau menempatkan diri dengan baik. Sebaiknya dalam situasi yang masih belum jelas, disarankan untuk menempatkan diri di tempat rendah! Kalau sudah dibawah, bisa jatuh kemana lagi?
Dalam menjalani kehidupan ini kita tidak pernah berhenti membuat pilihan! Kalau kita tidak mau memilih, maka orang lain atau lingkungan-lah yang akan menentukan pilihan bagi kita! Salah satu pilihan sulit yang dilematis adalah pilihan antara duniawi dan surgawi; keduanya kita inginkan dan kita butuhkan, namun keduanya saling bertentangan! Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. (Gal 5:17).
Ada pemandangan yang menarik yang selalu berulang setiap tahun di berbagai stasiun bus dan kereta api di pulau Jawa. Peristiwa yang sudah menjadi rutin ini terjadi setiap menjelang lebaran dan sehabis lebaran ketika orang-orang harus mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan tiket bus atau kereta api , bahkan harus antri sejak malam hari untuk mendapatkan tiket dan setelah mendapatkan tiket harus berjuang lagi berdesak- desakan untuk masuk kedalam bus atau naik ke gerbong kereta api. Pintu-pintu kereta api dan bus menjadi penuh sesak dan tidak jarang orang berjuang dengan cara memanjat dan masuk melewati jendela yang sudah dijebol. Pemandangan ini cukup menarik walaupun sangat tragis dan memprihatinkan. Namun di balik itu semua terlihat adanya perjuangan keras untuk masuk ke dalam dan mereka yang berhasil masuk akan dapat merayakan lebaran bersama orang-orang yang dikasihinya di kampung halaman.