Dengan ini kami memberitahukan kepada Anda Sekalian bahwa Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo. Akan menerimakan Sakramen Tahbisan Imamat bagi 1. Orang frater Diakon Kaj dan 1. Orang frater Diakon dari tarekat CICM. Fr. Diakon Kristoforus Lucky Nikasius dan Fr. Diakon Wilfridus Ngala, CICM. Perayaan pentahbisan akan diselenggarakan pada hari jumat, 8 Agustus, pukul 17.00 di gereja Santo Kristororus Salvator-Slipi – Jakarta. Kira bersyukur karena berkat Tuhan bagi kita melalui anugerah imam-imam baru. Seluruh umat dimohon ikut mendoakan agar perayaan pentahbisan berjalan dengan lancar dan mereka boleh mengalamai rahmat tahbisan dengan hati gembira dan penuh syukur.
Dalam Liturgi Ekaristi, yaitu pada bagian Persembahan, imam membasuh tangannya dengan air serta mengeringkannya dengan lap. Membasuhtangan adalah hal yang biasa dilakukan para imam dalam Perjanjian Lama sesaat sebelum mereka mempersembahkan kurban persembahan di Bait Allah. Kurban tersebut haruslah murni serta tak bercela, jadi imam membasuh tangannya untuk menghilangkan segala noda rohani darinya. Dianggap bahwa dosa dapat ditangkap dengan sentuhan, karenanya imam berusaha menghilangkan “dosa” tersebut dengan suatu upacara. Ponsius Pilatus membasuh tangannya sebelum menyerahkan Yesus untuk dihukum mati. Dengan demikian, ia ikut ambil bagian dalam mempersembahkan Kurban Salib. Sekarang para imam membasuh tangan mereka dalam Misa untuk mempersembahkan kurban yang sama, yaitu Kurban Misa yang kudus. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
Minggu, 17 Agustus 2014
- Misa Perayaan Kemerdekaan RI (misa ke-2 pk. 08.30)
-
Dilanjutkan dengan Pesta 17 Agustus untuk seluruh umat Paroki St. Monika
- Lomba makan kerupuk keluarga (Keluarga)
- Lomba susun puzzle (TK – SD kelas 1)
- Lomba lempar telur (keluarga)
- Lomba injak balon (SD)
- Lomba gigit koin (SMP – SMA)
Paling lambat pendaftaran tanggal 10 Agustus 2014. Informasi dan pendaftaran: Sdr. Anto (0878 885 710 608) dan Sdr. Fian (0838 93 73 9990)
Minggu, 24 Agustus 2014
- Bakti Sosial dengan penjualan sembako murah dan pengobatan gratis di daerah Pagedangan
- Pertandingan Futsal untuk usia 13 – 18 tahun (dengan rentang Usia 13 tahun – sebelum 1 Juli dan 19 tahun - maksimum 1 Juli) Paling lambat pendaftaran tanggal 17 Agustus 2014. Informasi dan pendaftaran Sdr. Anto (0878 885 710 608) dan Sdr. Taufan (089640589138)
- Sarasehan dengan tema “Gerak Langkah Pelayanan Gereja St. Monika Masa Kini dan Mendatang” dengan fasilitator Romo Mardiatmadja, SJ (diadakan di Gereja St. Ambrosius, Villa Melati Mas) Pk. 16.00 – 20.00. Paling lambat konfirmasi kehadiran tanggal 17 Agustus 2014.
Infomasi dan pendaftaran: Sdr. Sugiarto (0816 110 1409) dan Sdr. Edison (0812 122 12133).
Bapak/Ibu yang putra/putrinya dibaptis pada bulan itu, silahkan mengambil foto tersebut di Sekretariat paroki pada jam kerja
Alkohol dapat menimbulkan banyak sekali akibat buruk pada manusia. Alkohol dapat menyebabkan kecanduan serta gangguan kesehatan yang serius. Ketergantungan pada alkohol dapat menghancurkan keluarga dan pekerjaan. Jika demikian, mengapa Yesus mempergunakannya dalam Komuni Kudus? Pada jaman Yesus, anggur adalah minuman yang paling umum. Air sulit didapat dan biasanya kurang aman untuk diminum. Susu cepat sekali menjadi basi dan harus diminum pada pagi hari. Orang-orang dalam Kitab Suci biasanya menambahkan air untuk mengencerkan dan mengurangi kepekatan anggur. Hal itu dilakukan agar anggur tidak terlalu keras bagi mereka. Anggur mempunyai daya penyembuh. St Paulus menganjurkan Timotius untuk meminumnya. “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (1 Timotius 5:23). Jika kalian tidak meminumnya secara berlebihan, anggur dapat meredakan kegelisahan kalian dan memperlancar kerja pencernaan. Jika kalian meminumnya terlalu banyak, anggur dapat menyebabkan gangguan fisik dan emosional. Pada dasarnya Yesus menghendaki agar kita merasa tenang dan nyaman dengan kehadiran-Nya. Ia menghendaki agar Komuni merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi kita. Terlalu banyak orang yang menyambut komuni dengan dingin tanpa perasaan. Yesus ingin bersama-sama dengan kita tidak dengan cara yang menakutkan. Oleh karena itu Ia mempergunakan makanan dan minuman yang umum digunakan. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”




