Ada banyak penjelasan simbolik dari tindakan yang biasa disebut “memecah-mecahkan Hosti” ini. Alasan sebenarnya mungkin lebih sederhana.Sari buah anggur tetap berfermentasi walaupun telah menjadi anggur. Lama-kelamaan anggur akan menjadi cuka dan mempunyai rasa yang asam.Di masa lampau, orang biasa meletakkan sepotong roti dan membiarkannya mengapung dalam anggur untuk menyerap asam sehingga anggur menjadi lebih lezat rasanya. Hal tersebut mungkin karena roti adalah sesuatu yang padat dan tetap mengapung dalam anggur.Di Eropa, dalam abad pertengahan, orang membakar rotinya terlebih dahulu (toast) untuk mencegah agar roti tidak menjadi terlalu lembek. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa orang masih membicarakan `toast' (roti panggang atau bersulang) ketika mereka minum anggur. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
Pada hari Sabtu, 23 Agustus, jam 10.00 di aula Santo Benedictus. Diharapkan para lansia untuk hadir. PENGUMUMAN INI SEBAGAI UNDANGAN
Sebagian orang percaya bahwa imam melakukannya untuk melambangkan persatuan antara kita dengan Tuhan dalam Komuni. Air melambangkan manusia. Dahulu, anggur adalah minuman yang biasa dihidangkan pada waktu bersantap. Air dan cairan-cairan lainnya seringkali kurang aman oleh karena kuman-kuman. Alkohol yang terkandung dalam anggur bekerja sebagai pembasmi kuman. Orang menambahkan air ke dalam anggur untuk menipiskannya dan juga mengurangi kadar alkoholnya.
Alasan ketiga yang sederhana adalah untuk menjadikannya cukup. Jika para tamu datang, air akan dicampurkan ke dalam anggur untuk menjadikannya cukup. Sama seperti halnya orang memecah-mecahkan roti agar lebih banyak orang dapat memakannya. Menuangkan air ke dalam anggur adalah suatu tanda keramah-tamahan pada masa Gereja Perdana. Mereka siap menerima siapa saja yang datang ke perjamuan kudus mereka. . “dikutip dari YESAYA: HYPERLINK "http://www.indocell.net/yesaya" www.indocell.net/yesaya”
Mulai Sabtu dan Minggu ini, kursus akan diadakan dari tanggal 11 s.d. 12 Oktober 2014. pendaftaran di Sekretariat paroki pada jam kerja
Jumat 1 Agustus, jam 19.30 di gereja. Parkir di sekolah Santa Ursula.




