
Bacaan I : Kel. 19:2-6a; Bacaan II : Rm. 5:6-11;
Bacaan Injil: Mat. 9:36-10:8
DICINTAI, DISELAMATKAN DAN DIUTUS
Kita pasti pernah merasa lelah, jenuh, atau bahkan tidak berdaya menghadapi tekanan hidup. Tiga bacaan hari ini merajut sebuah kisah luar biasa, sebuah rangkaian kisah tentang bagaimana Allah mengasihi, menyelamatkan, dan kemudian mempercayakan tugas perutusan kepada kita.
Bacaan pertama mengisahkan bagaimana kasih dan cinta Allah itu nyata dalam sejarah peradaban manusia mulai dari kehidupan bangsa Israel. Allah menghendaki supaya kasih dan cinta yang Ia nyatakan kepada bangsa Israel selalu diingat dalam hati sanubari mereka. Allah menawarkan sebuah identitas yang luar biasa: jika mereka mendengarkan firman-Nya, mereka akan menjadi harta kesayangan-Nya di antara segala bangsa, serta menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Ini adalah inisiatif dari Allah kepada Israel untuk menunjukkan betapa Allah mengasihinya.
Harta kesayangan Allah ternyata bukan hanya Israel, melainkan seluruh umat manusia. Hal ini ditegaskan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Apa yang dikatakan Paulus? Paulus bercerita tentang betapa Allah mengasihi dan mencintai manusia sebegitu hebatnya, bahkan ketika manusia masih dalam keadaan berdosa. Kasih Allah ini melampaui logika manusia. Manusia tidak harus sempurna tanpa dosa terlebih dahulu untuk dikasihi. Justru ketika dalam keadaan berdosa, Kristus telah mati untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Inilah cinta Ilahi yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri.
Bacaan Injil hari ini menyempurnakan kedua bacaan sebelumnya. Dalam Injil Matius, dikisahkan bagaimana Yesus memandang orang banyak yang lelah dan terlantar. Mereka "seperti domba yang tidak mempunyai gembala." Hati-Nya digerakkan oleh belas kasihan. Setelah itu Yesus memanggil keduabelas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan. Yesus mengutus mereka untuk pergi kepada domba-domba yang hilang dari Israel dan memberitakan bahwa Kerajaan Surga telah dekat. Tanda-tandanya adalah yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan, yang kusta ditahirkan dan setan-setan tidak berkuasa lagi.
Ada tiga pesan yang kita terima dari ketiga bacaan di atas. Pertama, di tengah tekanan dan beban hidup yang tinggi, kita harus menyadari bahwa kita adalah harta kesayangan Allah.Kita berharga bukan karena apa yang kita telah lakukan, tetapi karena kita adalah milik-Nya. Kedua, Kristus telah wafat untuk menebus dosa-dosa kita tanpa syarat. Kita telah menerima kasih-Nya dengan cuma-cuma. Ketiga, kasih itu tidak boleh berhenti pada diri kita. Dia harus mengalir keluar. Seperti para murid, kita diutus untuk meneruskan kasih itu kepada sesama kita. Mari kita menjalankan tugas perutusan itu dengan baik dan benar. [BW]




