Ekaristi adalah sumber dan rangkuman dari kehidupan Kristiani (LH no. 11). Menggereja adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Terkadang sedemikian menyatunya kita dalam kehidupan Kristiani, kita melupakan hal-hal tentang kepantasan. Dan salah satunya adalah kepantasan dalam mengenakan busana. Sedekat itukah kita dengan Kristus, sehingga tak lagi menghormatiNya sebagai Bapa? Kedekatan dan kasih sayang terhadap Tuhan tidak lalu harus melupakan dan meniadakan norma-norma kesopanan. Hal-hal yang ada bukan hanya ada karena kita pelajari dari Tuhan Yesus sendiri, terlebih juga sebagai bukti kasih kita kepada sesama saudara dalam iman, untuk menghormati yang lain dan juga untuk memberi teladan kepada anak-anak kita tentang kepantasan.
Pakaian yang kurang pantas dalam gereja

Hal ini menunjukkan martabat kita sebagai anak-anak Allah. Ketika kita tampil dengan martabat yang membuat orang lain kagum dan menghormati, itu bukanlah karena diri kita sendiri. Tetapi karena bimbingan Tuhanlah yang memberikan pengertian kepada kita untuk tampil dengan segala kesopanan dan kesantunan. Kesucian gereja sebagai rumah Tuhan dan perayaan Ekaristi menghendaki agar semua pengikut Kristus berbusana dengan merepresentasikan apa yang tengah mereka perbuat, yaitu merayakan misa kudus. Dalam Ecclesia de Eucharistia No. 49 tertulis sebagai berikut, “Misteri Ekaristi telah dicanangkan sebagai suatu ekspresi sejarah, tidak hanya dalam rangka sekedar memenuhi permohonan tampilan luar suatu watak kesetiaan, namun juga sebagai bentuk perwujudan yang menimbulkan dan menegaskan kemuliaan perayaan yang tengah diselenggarakan.” Jadi jangan anggap undangan Ekaristi hanyalah sekedar acara mampir sebelum menuju ke tempat lain. Sesungguhnya, menuju pada undangan perayaan Ekaristi adalah tujuan hidup kita.
Berdasarkan ketetapan perundangan gereja beberapa aturan pengenaan busana yang kurang pantas adalah sebagai berikut, busana dengan tali spaghetti, busana dengan punggung terbuka, busana tanpa lengan/ busana tanpa kerah, busana penutup dada (model kemben), rok mini, celana tanggung, celana pendek/celana santai, topi pet dan sandal. Sementara busana yang layak dikenakan untuk mengunjungi perayaan Ekaristi adalah blus berlengan/blus berkerah, gaun panjang tertutup/dress, rok panjang menutup lutut, kemeja/T-Shirt lengan pendek dengan kerah, celana panjang semata kaki, kemeja/ T-Shirt lengan panjang dengan kerah, busana kantor dan sepatu. Jika Anda diundang ke pesta, bukankah Anda akan menghormati sang tuan rumah? Apalagi jika yang mengundang adalah Kristus sendiri, bagaimana cara Anda menghormatiNya? (Oleh Josephine Winda)






Hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus. Kenapa keluarga Yusuf dan Maria disebut keluarga kudus? Apakah karena mereka tidak pernah cekcok? Apakah karena mereka selalu rajin pergi ke sinagoga atau apakah mereka tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup berkeluarga? Saya yakin bukan! Mereka disebut Keluarga Kudus karena hadir di sana, Yesus Kristus Putra Allah. Kehadiran Yesus menguduskan hidup keluarga itu secara lahir maupun batin. Suasana hidup keluarga dipengaruhi oleh kasih dan damai yang dibawa Yesus. Oleh karena itu, kalau kita orang-orang percaya ini mau menjadikan keluarga kita sebagai keluarga kudus, pertama-tama bukan berarti keluarga kita harus bebas dari salah, bukan berarti tiap-tiap anggota tidak melakukan kekeliruan, melainkan keluarga kita mau menerima serta membiarkan diri dipengaruhi oleh Yesus, yang kita imani. :