
Warta Monika 11 Oktober 2015
1. PERTEMUAN LANSIA BULAN OKTOBER. Pada hari Sabtu, 24 Oktober, pukul.10.00 di aula Santo Benediktus. Diharapkan para lansia untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN. ‘
2. UNDANGAN BIA.Untuk Seluruh Pembina BIA [ Bina Iman Anak ] untuk menghadiri Rekoleksi pada hari Minggu, 25 Oktober, pukul 09.00 di Gedung Yama [ sebelah Jerman Centre ], pembicara : Bp. Yongky dari team KAJ dengan biaya @Rp.15.000 [ sebagai penganti Konsumsi ]. Pendaftaran paling telat tgl.18 Oktober, melalui koordinator masing-masing. Wil.1 – 16: Fiona [0812-5476-7687], Wil.17-20: Sinta [ 0812-994-7505 ], Wil.21-29 : Lusi [ 0815-1627-764]
3. PERTEMUAN PAK SNK BULAN OKTOBER. Pada hari Minggu, 18 Oktober, pukul. 10.30 di aula Santo Benediktus. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN.
4. KTM.Distrik Serpong akan mengadakan Retret Penyembuhan Luka Batin pada tanggal, 6 s.d. 8 November di Aula Stasi Santo Ambrosius-VMM, Biaya Rp. 150.000,-[ sebagai pengganti Konsumsi ] Pendaftaran setelah Misa hari Sabtu dan Minggu.
5. [ SPKSM]Seksi Pelayanan Kematian Santa Monika akan mengadakan workshop/pelatihan untuk seluruh lingkungan pd hari : Rabu, tgl 14 Oktober 2015 jam : 09.00 - 12.00 di ruang Benedictus. Seluruh ketua lingkungan + seksi Sosial lingkungan diundang untuk hadir dlm acara ini. Pengumuman ini sbg undangan.
6. IBADAT TAIZE. Akan diadakan pada tanggal, 17 Oktober, setelah misa pukul 19.30 di gereja Mohon kehadiran Umat.
7. BAPTIS BAYI BULAN OKTOBER2015. Akan diadakan baptisan bayi pada hari Sabtu, 17Oktober, pukul.09.00, pertemuan orangtua bayi akan diadakan pada hari Rabu, 14Oktober, pukul : 19.30 di aula Santa Dorotea. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Sekretariat pada jam kerja.
8. DOA MACAM APAKAH ROSARIO ITU?Dalam Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae (Rosario Perawan Maria), Paus Yohanes Paulus II menulis, “Rosario dimulai dengan pengalaman Maria sendiri. Justru karena ini, rosario merupakan doa kontemplatif yang sangat indah. Tanpa dimensi kontemplatif ini, doa rosario akan kehilangan maknanya; hal ini dengan jelas ditandaskan Paus Paulus VI: `Tanpa kontemplasi, doa rosario menjadi ibarat tubuh tanpa jiwa, dan ada bahaya bahwa pendarasannya akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis'” (RVM, #12).Rosario, yang didasarkan pada pengulangan, mensyaratkan suatu iman yang hidup dan kasih yang tulus mesra kepada Kristus sang Penebus dan kepada BundaNya, Santa Perawan Maria.“Sesungguhnya, doa rosario hanyalah suatu metode kontemplasi. Sebagai metode, doa rosario merupakan sarana untuk mencapai suatu tujuan, dan bukan tujuan itu sendiri. Bagaimanapun juga, belajar dari pengalaman berabad-abad, metode ini hendaknya tidak diremehkan. Untuk itu, kita dapat mengutip pengalaman orang-orang kudus yang tak terbilang jumlahnya” (RVM, #28). MANIK-MANIK ROSARIO. “Sarana tradisional yang digunakan untuk pendarasan rosario adalah untaian biji-bijian. Pada tahap yang paling sederhana, biji-biji itu sering menjadi sekedar alat hitung untuk menandai alur Salam Maria” (RVM, #36).“Tetapi, akan sangat berbeda, kalau doa rosario dipandang sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah kepada orang yang sangat dikasihi; di sini ungkapan-ungkapan bisa tetap serupa tetapi isinya selalu baru karena perasaan-perasaan yang menyelimutinya” (RVM, #26).“Pertama-tama perlu dicamkan bagaimana biji-biji itu menyatu pada salib; dari sini alur doa dimulai dan diakhiri. Ini melambangkan kehidupan dan doa orang beriman yang terpusat pada Kristus” (RVM, #36).SEJARAH ROSARIO.Rosario merupakan bagian dari bentuk-bentuk baru devosi kepada Santa Perawan yang berkembang pesat dalam aspek-aspeknya yang lebih populer, yang menandai akhir abad keduabelas. Cistercian dan, dari awal abad berikutnya, ordo-ordo pengemis yang hebat, dalam kegigihan mereka melawan bidaah, memberikan sumbangan yang tak sedikit dalam penyebarluasan rosario.... Manik-manik rosario, yang telah dipergunakan untuk devosi-devosi serupa, dipakai guna menjamin pendarasan yang lebih mudah dan lebih penuh perhatian. Segera saja pemakluman misteri-misteri dari kehidupan Yesus dan Maria diperkenalkan dalam pendarasan rosario ini.... St Dominikusdan para biarawannya, dalam misi pewartaan mereka kepada orang banyak, sungguh berperan besar dalam hal ini, namun demikian tidaklah mudah menentukan dengan tepat bentuk yang mereka gunakan dan sebarluaskan. Semacam persetujuan resmi diberikan ketika St Pius V menetapkan suatu rumusan yang baku dan seragam untuk doa Salam Maria.“Sangatlah terkenal kejadian-kejadian dalam abad ke-19 dan ke-20, di mana Bunda Kristus menampakkan diri dan memperdengarkan suara untuk mendorong umat Allah melaksanakan doa kontemplatif ini. Secara khusus saya menyebut penampakan di Lourdes dan Fatima”(RVM, #7).Sepanjang Milenium Kedua, banyak Paus menganjurkan devosi kepada Santa Perawan Maria, dan sejak masa Paus Leo XIII, “Paus Rosario”, semuanya telah merekomendasikan doa rosario serta memperkayanya dengan memberikan indulgensi-indulgensibagi pendarasannya.Paus Yohanes Paulus II senantiasa memiliki devosi istimewa kepada Bunda Allah. Jubah kepausannya bersulamkan kata-kata pertama (Totus tuus) dari doa kepada Santa Perawan Maria. Ia senantiasa membawa rosario bersamanya dan terus-menerus mendaraskannya. Surat Apostolik tentang Rosario merupakan suatu kenangan abadi akan penghargaannya yang tinggi terhadap doa ini.Bersambung di edisi Minggu depan tentang: BAGAIMANA BERDOA ROSARIO. Diambil dan“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”




