
WARTA MONIKA 25 OKTOBER 2015
1. MISA PERINGATAN MULIA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN. Akan diadakan pada hari Senin, 2 November, pukul 19.30 di paroki dan Stasi Santo Ambrosius. Parkir di Sekolah Santa Ursula. Bagi umat yang ingin menyampaikan intensi Misa Kudus dapat dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu setelah Misa.
2. PARA KOORDINATOR WILAYAH, KETUA LINGKUNGAN, KETUA SEKSI DAN SUB SEKSI, KOORDINATOR KATEGORIAL, SEKOLAH KATOLIK, SUSTERAN, DEWAN STASI ST. AMBROSIUS. Yang belum menyerahkan Formulir RAKAR. Diharapkan dengan sangat untuk segera menyerahkan Formulir tersebut di Sekretariat paroki pada jam kerja.
3. BAPTIS BAYI BULAN NOVEMBER2015. Akan diadakan baptisan bayi pada hari Sabtu, 14November, pukul.09.00, pertemuan orangtua bayi akan diadakan pada hari Rabu, 11November, pukul : 19.30 di aula Santa Dorotea. Formulir Pendaftaran dapat diambil di Sekretariat pada jam kerja.
4. JADWAL MISA JUMAT PERTAMA. Pada hari Jumat, 06 November, pukul 19.30 di Gereja. Parkir di sekolah Santa Ursula.
5. IBADAT KERAHIMAN ILAHI DAN KORONKA DI STASI SANTO AMBROSIUS VMM. Diadakan setiap hari Jumat, jam 15.00 di Stasi Santo Ambrosius-VMM. Misa Jumat Pertama pada hari Jumat 6 November, pukul.15.00 Umat diundang untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN. [ Untuk Misa hari jumat 30 Oktober DITIADAKAN ].
6. DIBUKA PENDAFTARAN KEP [ Kursus Evangelisasi Pribadi ].Angkatan XIV dengan tema ; “Dalam Nama Yesus, Kerahiman Ilahi Harus di Wartakan” bagi uang berminat silahkan mendaftar di halaman gereja setelah Misa hari Sabtu dan Minggu. Info Pendaftaran : Wenii [ 0858-628-923-20 ], Yenni [ 0812-916-26-869], Heri [ 0817-279-540 ], Arief [ 0816-1880-056]
7. KTM.Distrik Serpong akan mengadakan Retret Penyembuhan Luka Batin pada tanggal, 6 s.d. 8 November di Aula Stasi Santo Ambrosius-VMM, Biaya Rp. 150.000,-[ sebagai pengganti Konsumsi ] Pendaftaran setelah Misa hari Sabtu dan Minggu.
8. Hari Raya Semua Orang Kudus[ 1 NOVEMBER ] . Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakanbagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2). sumber diambil dari : http://www.imankatolik.or.id/




