Liturgi (leitourgia) pada awalnya berarti “karya publik”. Dalam sejarah perkembangan Gereja, liturgi diartikan sebagai keikutsertaan umat dalam karya keselamatan Allah. Di dalam liturgi, Kristus melanjutkan karya Keselamatan di dalam, dengan dan melalui Gereja-Nya.[1] Dalam kitab Perjanjian Baru, yaitu Surat kepada Jemaat di Ibrani, kata leitourgia dan leitourgein disebut 3 kali (lih. Ibr 8:6; 9:21; 10:11) yang mengacu kepada pelayanan imamat Kristus. Maka, liturgi merupakan wujud pelaksanaan tugas Kristus sebagai Imam Agung, di mana Kristus menjadi Pengantara satu-satunya antara manusia kepada Allah Bapa, dengan mengorbankan diri-Nya sekali untuk selama-lamanya (lih. Ibr 9:12; 1 Tim 2:5). Korban Kristus yang satu-satunya inilah yang dihadirkan kembali oleh kuasa Roh Kudus, dalam perayaan Ekaristi. Dengan demikian, liturgi merupakan penyembahan Kristus kepada Allah Bapa di dalam Roh Kudus, dan dalam melakukan penyembahan ini, Kristus melibatkan TubuhNya, yaitu Gereja. Karena itu, liturgi merupakan karya bersama antara Kristus-Sang Kepala,dan Gereja yang adalah Tubuh Kristus,[2] sehingga tidak ada kegiatan Gereja yang lebih tinggi nilainya daripada liturgi karena di dalam liturgi terwujudlah persatuan yang begitu erat antara Kristus dengan Gereja sebagai ‘Mempelai’-Nya dan Tubuh-Nya sendiri.[3] Jadi definisi liturgi, menurut Paus Pius XII dalam surat ensikliknya tentang Liturgi Suci, Mediator Dei, menjabarkankan definisi liturgi sebagai berikut: “Liturgi adalah ibadat publik yang dilakukan oleh Penebus kita sebagai Kepala Gereja kepada Allah Bapa dan juga ibadat yang dilakukan oleh komunitas umat beriman kepada Pendirinya [Kristus], dan melalui Dia kepada Bapa. Singkatnya, liturgi adalah ibadat penyembahan yang dilaksanakan oleh Tubuh Mistik Kristus secara keseluruhan, yaitu Kepala dan anggota-anggotanya.”[4] atau menurut Rm. Emanuel Martasudjita, Pr, “Liturgi adalah perayaan misteri karya keselamatan Allah di dalam Kristus, yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus, Sang Imam Agung, bersama Gereja-Nya di dalam ikatan Roh Kudus.”[5]
Kembali mengundang Bpk/Ibu/Sdr/i sekalian untuk bersama-sama mendengarkan firman-Nya yang akan dibawakan oleh Ibu Lisna Arifin pada hari Jumat, 26 Juli 2013 pk 1930. Kesaksian pujian : Finna Arifin. Untuk informasi, silahkan menghubungi : Santya (081906017988); Janny (08161819251). Pengumuman ini dianggap sebagai undangan bagi seluruh umat.
Belum diambil. Diharapkan para orangtua yang putra/putrinya menerima Komuni pertama pada tanggal 2 Juni yang lalu. Diharapkan untuk segera mengambil di sekretariat paroki pada jam kerja
Untuk kegiatan yang parkir kendaraan pesertanya di halaman gereja : Hindari terjadinya satu/dua/lebih kegiatan yang jumlah kendaraan pesertanya diperkirakan bakal melampaui batas kapasitas halaman gereja. Penyesuaian terhadap terbatasnya daya tampung halaman gereja ini perlu kita lakukan, demi kelangsungan kegiatan di paroki untuk jangka panjang. Marilah hal ini kita perhatikan bersama. Semoga kewaspadaan kita berguna untuk mengantisipasi agar tak terjadi kerepotan di kemudian hari, karena kekurang-hati2-an/ kekurang-cermatan kita sendiri
Akan diadakan pada Sabtu, 27 Juli, pukul 10.00 di aula Santo Benedictus. Diharapkan para lansia untuk hadir. Pengumuman ini sebagai UNDANGAN




