Mulai Sabtu dan Minggu ini, untuk anak-anak yang sekolah di sekolah Katolik pendaftaran di sekolah Masing-masing. Untuk anak-anak yang sekolah di sekolah non katolik pendaftaran di sekretariat Paroki pada jam kerja. Pelajaran Komuni kelompok paroki akan dimulai pada tanggal, 24 Jul, pukul: 10.00 di aula St. Benedictus. Catatan : Pengembalian formulir paling telat tgl.17 Juli.
“Penghormatan kepada Ekaristi. Di dalam liturgi misa kita menyatakan iman kita bahwa Kristus sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur, antara lain dengan berlutut atau menundukkan diri sebagai tanda penyembahan Tuhan. `Gereja Katolik menyembah Ekaristi kudus tidak hanya selama misa kudus, tetapi juga di luar perayaan misa, kalau ia menyimpan hosti yang telah
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. (Yoh6:51,53-54).
Umat Katolik sungguh mempunyai keistimewaan yang luar biasa: berkesempatan menyambut Tubuh dan Darah Suci Sang Penebus pada setiap perayaan Ekaristi Suci! Ini sungguh suatu anugerah tiada tara yang kita warisi untuk melaksanakan amanatNYA sebagai kenangan, kurban persembahan dan sekaligus kurban syukur yang paling berharga karena Sang Putra terkasih sekaligus bertindak sebagai Imam, Altar dan Kurban!
Akan diadakan pada hari Sabtu, 16 Juli pukul 09.00 di Gereja, pertemuan orangtua bayi akan diadakan pada hari Rabu,13 Juli, pukul 19.00 di Aula Santa Dorotea. Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat pada jam kerja. Ctt: Pengembalian formulir paling lambat,10 Juni. Formulir dikembalikan sudah harus lengkap dengan persyaratan
“Pada perjamuan terakhir, pada malam Ia diserahkan, Penyelamat kita mengadakan Kurban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya” (Sacrosanctum Concilium, 47). “Di dalam perayaan Ekaristi, roti dan anggur diubah melalui perkataan Kristus dan seruan kepada Roh Kudus, menjadi tubuh dan darah Kristus.” (Katekismus Gereja Katolik, #1333) “Cara kehadiran Kristus dalam rupa Ekaristi bersifat khas. Kehadiran itu meninggikan Ekaristi di atas semua sakramen, sehingga ia `seakan-akan sebagai penyempurnaan kehidupan rohani dan tujuan semua sakramen'. Dalam Sakramen Ekaristi Mahakudus, tercakuplah `dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan




