
Bacaan I : Yer. 20:10-13; Bacaan II : Rm. 5:12-15;
Bacaan Injil: Mat. 10:26-33
JANGAN TAKUT!
Dalam peziarahan hidup, sering kali kita dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman, cemas dan takut. Ketiga bacaan hari ini menghadirkan sebuah kesinambungan yang indah dan mengajak kita untuk melihat sebuah benang merah yang utuh: ketakutan kita akan masalah-masalah di dunia ini selalu berakar pada kerapuhan manusiawi, tetapi iman kita dipulihkan oleh kasih karunia Allah.
Bacaan pertama mengisahkan Yeremia yang lebih suka menjauhi orang-orang di sekitarnya, karena mereka mencela, membuat rencana jahat dan berkomplot melawan dia. Lebih mudah baginya melarikan diri, menyendiri dan aman. Namun Yeremia tetap berpegang pada misi kenabiannya dengan kepercayaan kepada TUHAN yang akan melindunginya. Yeremia tidak menyangkal penderitaannya, tetapi ia memilih menyerahkan dirinya kepada Allah.
Sementara itu dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, Rasul Paulus menarik mundur sejarah manusia untuk menjelaskan mengapa ada kebencian, pengkhianatan, dan ketakutan seperti yang dialami oleh orang-orang seperti Yeremia. Paulus menyatakan bahwa kematian memasuki dunia melalui dosa dan sekarang semua orang takluk kepada maut (Rm. 5:14). Namun, Paulus menekankan bahwa jika dosa datang melalui satu manusia, rahmat Allah datang secara berlimpah melalui satu pribadi juga, yaitu Yesus Kristus.
Kepastian kasih karunia yang ditulis oleh Paulus dan yang diimani oleh Yeremia, terwujud secara nyata dalam pribadi dan sabda Yesus Kristus pada bacaan Injil hari ini. Dikisahkan Yesus mengetahui bahwa murid-murid-Nya akan menghadapi dunia yang rusak oleh dosa, maka Dia menyampaikan amanat radikal yang diulang sampai tiga kali yaitu "Jangan takut!" Yesus memberikan analogi yang sangat indah tentang kasih karunia: jika burung pipit yang nilainya jauh di bawah manusia saja tidak jatuh tanpa kehendak Bapa, dan rambut di kepala pun semuanya terhitung, masakan kita harus takut? Kita jauh lebih berharga di mata-Nya (Mat 10:31).
Di hari-hari belakangan ini, mungkin ancaman yang ada di hadapan kita bukan seperti yang dialami Yeremia, tetapi situasi ekonomi yang kurang bagus, dunia kerja yang tidak menentu, harga pangan yang meningkat, perubahan iklim yang ekstrim, gangguan kesehatan, dan lainnya. Sering kali rasa takut membuat kita diam dan menyembunyikan iman kita. Namun bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk mengingat: Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dosa memang menghadirkan kegelapan, tetapi rahmat Kristus jauh lebih besar. Seperti yang dikatakan-Nya kepada para murid “Jangan takut!” maka itulah bekal kita untuk menjalani hidup ini dengan iman kepada-Nya.[RW]




