formulir dapat diambil langsung pada saat pertemuan hari Minggu, pukul: 10.30 di gereja. Syarat sudah menerima Komuni pertama. Unutk keterangan lebih jelasnya contak ke Reyner [ 0817.6008.896 ].
Bapak/Ibu yang putra/putrinya dibaptis pada bulan itu, diharapkan untuk segera mengambil foto tersebut di sekretariat paroki pada jam kerja
Silahkan umat mengunjungi pre launching website paroki dengan wajah baru di www.paroki-monika.org. Saran dan masukan dapat disampaikan melalui email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..
Angkatan ke 2, dibawakan oleh : pastor Prof. DR.BS.Mardiatmadja, SJ. Pertemuan diadakan 12 kali, setiap hari Minggu pukul:18.00 -21.00. mulai tanggal 8 Januari – 25 Maret 2012. pendaftaran di halaman gereja seusai Ekaristi. Tempat terbatas.
Mengapa imam menuangkan sedikit air ke dalam anggur dalam piala?.Sementara imam (atau diakon) menuangkan sedikit air ke dalam anggur dalam piala, ia berdoa, “Dengan misteri air dan anggur ini, semoga kita beroleh bagian dalam keilahian Kristus, yang menghambakan Diri untuk ambil bagian dalam kemanusiaan kita.” Oleh sebab itu, tindakan ini melambangkan persekutuan hypostatic antara keilahian Kristus dan kemanusian kita. Dalam misteri inkarnasi, Yesus Kristus, sungguh Allah, menjadi sungguh manusia. Ingat juga bahwa dalam peristiwa salib, prajurit Romawi menikamkan tombaknya ke lambung Yesus, menembus Hati Kudus-Nya, dan dari luka-Nya mengalirlah Darah dan Air (bdk Yoh 19:34). Karena itu, rahmat keselamatan dari inkarnasi, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Kristus menyentuh hidup umat beriman dan secara istimewa dianugerahkan melalui Ekariti Kudus. Melalui Ekaristi Kudus, umat beriman beroleh bagian dalam hidup ilahi dan kasih Kristus yang menjadi manusia demi keselamatan kita.St. Siprianus juga mengatakan bahwa air melambangkan Gereja (umat beriman) yang ditarik ke dalam kehidupan Kristus. Seperti Yesus mempersembahkan kurban-Nya demi dosa-dosa kita dengan mencurahkan Darah-Nya, demikian juga kita dipersatukan dengan Dia dalam kurban-Nya secara tak terpisahkan bagai air dan anggur. “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya




