Berkenaan dengan akan dimulainya masa prapaskah pada hari Rabu 22 Februari [ RABU ABU sesuai kalender Liturgi tahun B ]. Diharapkan kepada seluruh Umat agar mengumpulkan daun Palma kering yang sudah diberkati. Daun dapat di taruh disetiap pintu masuk gereja
Mulai Sabtu dan Minggu ini, untuk kelompok paroki pendaftaran di Sekretariat paroki pada jam kerja, untuk kelompok sekolah katolik pendaftaran di sekolah masing-masing. Pelajaran akan dimulai pada tgl. 26 Februari, pukul 10.30 aula Benedictus
Dalam rangka program rutinitas tahunan membuka “PENDAFTARAN ANGGOTA BARU” syarat ; [1]. Pelayanan tugas gereja [2]. Bisa baca not. Hub: Nella : 0816.0816.110.7493; Magda 08111.883600 ; Erin : 085717682131
Ada suatu mitos yang mengatakan bahwa begitu hosti telah dikonsekrasikan dan menjadi Tubuh Kristus, hosti tidak akan pernah bisa rusak. Hal ini tidak benar, karena Komuni Kudus masih tetap memiliki kualitas roti dan anggur meskipun keduanya telah sepenuhnya diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Roti dan anggur tetap memiliki rasa dan rupa asalnya dan tetap memiliki sifat-sifat asalnya pula, misalnya batas kadaluarsanya. Jarang sekali terjadi hosti melampaui batas kadaluarsanya, karena dua alasan: 1. Tingginya tingkat yang dibagi dan terbatasnya jumlah yang dikonsekrasikan, menjamin hosti dipergunakan sesegera mungkin. 2. Hosti relatif kering karena tidak mengandung ragi. Keadaan lembab menyebabkan berkembang biaknya bakteri - keadaan kering menghalangi terjadinya hal tersebut. Pada umumnya, imam mengkonsekrasikan hanya cukup hosti untuk sekali Misa, dengan sedikit sisa untuk keperluan kunjungan kepada mereka yang sakit. Diakon yang menghantar Hosti Kudus kepada orang-orang sakit mempergunakan hosti sesuai keperluan dan mengembalikan sisanya ke Tabernakel Gereja. Dalam menghantar Hosti Kudus, Diakon harus sungguh cermat memperhatikan apakah hosti yang hendak ia bagikan sudah dikonsekrasikan atau belum. Bagaimana jika hosti sungguh menjadi rusak? Di kebanyakan gereja terdapat suatu wastafel khusus yang disebut “Sacrarium”. Wastafel ini tidak menyalurkan airnya ke pipa-pipa pembuangan, tetapi langsung ke tanah. Jika hosti yang telah dikonsekrasikan menjadi rusak, imam akan merendamnya dalam air hingga larut, lalu menuangkan airnya ke dalam Sacrarium. Hosti tidak boleh dikubur atau dibakar. “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
Mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri Misa Adorasi oleh P. Philogonius Istejamaya, Pr. Pada hari jumat, 10 Februari,pkl.19.30 di aula Benedictus.Hub: Santya : [ 0816.1892.041], Janny. [0816.1819251 ].




