Apabila kamu memahami sakramen sebagai suatu “bahasa isyarat”, kamu juga dapat memahami bagaimana dan mengapa sakramen dapat mengadakan perubahan. Hal ini terutama tampak nyata dalam Sakramen Penguatan. Pesan yang hendak disampaikan melalui Sakramen Penguatan adalah “Tuhan menghormati kamu dan memberimu kekuatan menghadapi persoalan-persoalan yang berat.” Tuhan menyatakannya melalui beberapa cara. Upacara Sakramen Krisma merupakan salah satu di antaranya.Penguatan yang pertama menggunakan tiga bahasa isyarat yang berbeda: angin, lidah api dan berkata-kata dalam bahasa asing. Peristiwa tersebut terjadi dalam suatu perayaan Yahudi kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Perayaan itu disebut Shavuot. Artinya “Minggu-minggu”. Shavuot dirayakan sekitar tujuh minggu sesudah Hari Raya Paskah Yahudi. Shavuot disebut juga Pentakosta, yang artinya “lima puluh hari”. Yaitu semacam perayaan untuk mengucap syukur dan untuk mengenang Tuhan memberikan Sepuluh Perintah Allah kepada bangsa Israel.Biasanya, para rasul Yesus pergi ke Bait Allah untuk menyampaikan persembahan mereka. Tetapi, saat itu mereka takut kalau-kalau mereka ditangkap seperti Yesus. Karenanya, mereka bersembunyi di ruangan di mana Yesus merayakan Perjamuan Terakhir-Nya.Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kis 2: 1-4). Ada juga kisah-kisah dalam Kitab Suci di mana orang secara tiba-tiba berubah. Perubahan tersebut selalu disertai dengan kobaran semangat, iman dan kesediaan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas iman, yaitu Gereja.Masing-masing peristiwa tersebut dikenangkan melalui bahasa isyarat yang berbeda-beda sepanjang sejarah Gereja. Pada akhirnya, Gereja menetapkan bahasa isyarat yang sekarang dipergunakan dalam Sakramen Penguatan. Di masa mendatang, Gereja mungkin saja mengubah bahasa-bahasa isyarat itu, tetapi pesan yang hendak disampaikan serta pengaruh yang ditimbulkannya akan tetap sama, yaitu kehadiran Roh Allah. Makna dan kuasa bahasa isyarat tersebutlah yang terpenting, yaitu kehadiran Roh Kudus Allah dalam diri kita. “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya
Akan diadakan pada hari : Sabtu , 26 Mei 2012 jam 09.00 pagi di Gereja. Pertemuan orangtua bayi diadakan pada hari : Rabu , 23 Mei 2012 jam 19.00 di Aula Santa Dorothea. Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat Paroki pada jam kerja
Tak akan binggung Jika Berjalan bersama Yesus. Spritualitas Kitab Suci EmmausJourney angkatan ke 12 sudah dibuka pendaftaran dari sekarang s/d 8 Juli, diawali dengan Misa pembukaan pad hari jumat, 13 Juli, pkl.19.30 di Paroki Santo Laurensius – Alam Sutera , tempat terbatas ! biaya Rp.35.000,-/buku. Info pendaftaran untuk BSD : Hub: Puspita 08193219245 / Rosa 0812.9090880 ; Alam Sutera : Kenny 0815.84019678, Melati Mas Paulus 0812.240.8877, Gading Serpong : Ratna : 0817.6306060/ Debby 08159428383. Graha Mas :Maksimus 0813.1533988
"Mengundang Umat tanpa batas usia, bergabung
dalam kegiatan Pembuatan FTV berdurasi 30 menit". Harap mendaftarkan langsung kepada Ibu Ina R. Budiman 0813-16130909 dan Boedi Hartono 0812-9458879
Akan mengadakan parinting seminar dengan topik Great Chlidren come from great parent. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Mei di aula Santo Benedictus, pukul: 10.30 s.d. 14.30. pendaftaran di counter depan gereja setelah Misa hari Sabtu dan Minggu. Biaya Rp.30.000,




