Tahun 1944 Perang Dunia II berakhir. Sekelompok tentara memasuki sebuah kota, yang hancur akibat bom. Di pinggir kota, para tentara tiba di suatu tempat di mana pernah tertanam sebuah salib besar. Salib itu hancur berantakan. Mereka coba mencari pecahan-pecahannya. Selama 2 hari mereka berjuang mengumpulkan pecahan salib itu dan berhasil menyusun kembali : kepala, tubuh dan kaki Yesus. Namun mereka tidak berhasil menemukan tangan Yesus. Mereka tidak kehilangan akal. Mereka mendirikan kembali salib Yesus dan di kaki salib itu mereka pasang sebuah tulisan : AKU BUTUH TANGANMU. Setiap orang yang lewat di tempat itu dan melihat Yesus disalibkan tanpa tangan, seolah mendengar seruan Yesus : AKU BUTUH TANGANMU ..!!
Peristiwa tentang “Yesus memberi makan 5000 orang” dalam Injil hari ini (Mt 14,13-21) merupakan peristiwa penting, karena diceriterakan oleh semua Penginjil (bdk. Mrk 6,30-44; Luk 9,10-17; Yoh 6,1-13). Mengapa begitu penting ? Banyak pelajaran yg dapat kita petik dari injil hari ini. 1) Dalam diri Yesus, Allah yang menunjukkan bahwa Dia peduli. Ketika Yesus ingin melepaskan lelah, banyak orang mencari Dia. Bisa saja Yesus menolak mereka. Namun sebaliknya : Dia berbelaskasih (ayat 14). Dalam diri Yesus, Allah memperhatikan kita. Allah peduli, Allah mengerti kebutuhan kita! Allah tidak pernah begitu sibuk, sehingga lupa mencintai kita. 2) Yesus bekerja melalui para murid. Yesus bisa saja membuat mukjizat tanpa bantuan para muridNya. Namun di sini Yesus melakukan hal yang berbeda. Meminta bantuan dan memberi bantuan adalah praktek hidup yang bagus. Kesuksesan dapat dicapai kalau kita saling membantu. ”Bersama kita bisa – Bersama kita sukses” adalah semboyan hidup yang membahagiakan. Selain itu, Yesus juga bisa meminta bantuan kita untuk melakukan mukjizatnya. Tapi apakah kita siap ? Apakah kita mau bekerja sama dengan Tuhan ? 3) Yesus mengadakan mukjizat atas ”apa” yang diberikan para murid. Para murid hanya memiliki ”5 roti dan 2 ikan”. Namun dengan jumlah makanan yang sangat sedikit itu, lima ribu laki-laki – tidak termasuk perempuan dan anak-anak - dapat makan sampai kenyang. Luar biasa karya Allah!! Dalam perhitungan manusia, hal itu tidak mungkin. Namun bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Kita juga mungkin berpikiran yang sama, ketika Tuhan meminta kita untuk membantuNya di lingkungan, di wilayah, di paroki. Kita menjawab : “Tuhan, saya tidak punya apa-apa. Saya orang biasa-biasa. Saya tidak rajin berdoa. Saya kurang memahami Kitab Suci. Saya tidak pandai menyanyi. Masih banyak orang lain yang lebih hebat dari saya”. Dan mungkin banyak alasan lain. Tetapi Tuhan menjawab : “Serahkan dirimu kepadaKu. Dan Aku akan membuat engkau mampu untuk menjalankan tugas yang Aku percayakan kepadaMu”. Kalau kita menerima tawaran Yesus, maka diri kita yang “biasa-biasa” akan berubah menjadi pribadi yang luar biasa. Dalam Yesus, kelemahan kita menjadi kekuatan; kekuatiran kita menjadi harapan; kekecewaan kita menjadi kegembiraan. 4) Tuhan mengajak kita untuk tidak membuang yang ”sisa”. Banyak orang membutuhkan apa saja, yang menurut kita tidak lagi berguna. Tidak ada yang tidak berharga.
Akhirnya, melalui injil hari ini, Tuhan hendak mengajak kita untuk menjadi perpanjangan tanganNya untuk membagikan berkat, kekuatan, pengampunan, persaudaraan dan keselamatan bagi orang lain. Kepada masing-masing kita, Tuhan bersabda : ”AKU BUTUH TANGANMU”




