Kedekatan umat Katolik di berbagai belahan dunia dengan Bunda Maria sungguh luar biasa. Di Meksiko atau sebagian besar Negara Amerika Latin, setiap sudut rumah bahkan jalanan selalu dihiasi dengan patung Maria. Berbagai tempat ziarah bertema devosi kepada Bunda Maria berkembang pesat. Dalam bentuk yang paling sederhana banyak orang menyatakan kedekatan itu dengan berdoa rosario. Bahkan bagi sebagian orang, kesalehan mereka sungguh nyata saat berkanjang dalam devosi kepadaBunda Maria. Kita juga terbiasa menyimpan rosario dalam saku, mengalungkan di leher atau menggantungnya dalam kendaraan dengan maksud agar selamat dan lebih tenang tentunya.
Bunda Maria memang istimewa. Sesuai dengan ajaran iman Gereja Katolik, Santa Maria dipercaya diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya setelah meninggal dunia. Hal ini menjadi dogma dalam Gereja Katolik yang dimaklumkan pada 1 November 1950 oleh Paus Pius XII. Dogma ini berdasar pada tradisi apostolic yang sudah lama menghayati hal ini. Dalam Perjanjian Lama hanya ada dua orang yang ke surga tanpa mengalami kematian yakni Henokh & Elia. Padahal Henokh dan Elia tidak dipersiapkan secara khusus oleh Allah untuk mengandung Yesus dengan dibebaskan dari segala Noda dosa apalagi Maria yang sudah dipersiapkan secara Khusus. Henokh & Elia tidak mendapat gelar "yang dikaruniai"(Lukas 1:28) dapat diangkat ke Surga apalagi Maria yang mendapat gelar itu.
Keyakinan iman bahwa Bunda Maria diangkat ke surga didasari karena ia dipersatukan erat dengan Puteranya "Dan suatu Pedang akan menembus jiwamu sendiri" (lukas 2:35) ini menunjukkan perasaan yang akan dialami Maria perihal Yesus yang di ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan.. (Lukas 2:34).Ini menunjukkan kedekatan yang amat dalam antara Maria dan Yesus. Dogma Maria diangkat ke Surga menyatakan bahwa Maria mendahului semua orang lain menikmati keselamatan yang dikerjakan Yesus Kristus karena ia dipersatukan erat dengan Puteranya.
Dalam Wahyu 11:19 dikatakan "Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat." disini dinyatakan bahwa Tabut perjanjian berada didalam surga lalu Wahyu 12:1-6"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya....." Jelas sekali yang dimaksud disini adalah Maria. Kitab Wahyu menunjukkan bahwa tabut perjanjian ada di Surga dan tabut perjanjian itu adalah Maria, jadi langsung atau tidak langsung Yohanes hendak mengatakan bahwa Maria ada di Sorga dengan tubuhnya juga bukan hanya rohnya saja. Mengapa? karena tubuh Maria adalah tabut perjanjian dimana Sang sabda yaitu Yesus menjelma menjadi Manusia dikandung dalam tubuhnya.
Kitab Wahyu menyiratkan adanya kesan bahwa Maria memang disediakan suatu tempat oleh Allah.Sepertinya Yohanes hendak mengatakan bahwa sesudah menyelesaikan segala tugasnya Maria diberi tempat khusus di surg . Keyakinan ini diperkuat dengan tidak pernah ditemukan kubur Bunda Maria hingga saat ini. Padahal kita tahu umat Kristen perdana sangat menghormati
Maria, mustahil jika makamnya tidak dijaga dan dilestarikan.
Lewat Pesta Santa Persawan Maria Diangkat Ke Surga ini kita hendak menyadari satu halpenting yaitu Bunda Maria adalah model Gereja, panutan dalam beriman. Maria dikandung tanpa noda dosa karena dipersiapkan untuk menghadirkan Kristus melalui dirinya. Sebab itu lewat pembaptisan kita menjadi bebas noda dosa agar kita layak untuk mempersiapkan kehadiran Yesus dalam diri kita. Seperti Bunda Maria, kita pun tiap waktu diingatkan untuk setia menjaga persatuan dengan Allah agar kita boleh mewartakan DIA dalam hidup kita. Sehingga benarlah yang dikatakan Rasul Paulus “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Galatia 2:20).




