KEKUATAN IMAN
Sudah 10 thn Pak Anton menderita migrain. Dia sdh bolak balik ke klinik utk berobat, namun tdk sembuh-sembuh. Dia juga sdh coba pengobatan alternatif, namun tdk ada perubahan berarti. Sampai suatu saat istrinya mengajak Pak Anton mengikuti Seminar Penyembuhan di Katedral Jakarta. Walau agak berat, pak Anton berangkat juga. Tiba agak terlambat di Katedral, Pak Anton dan istrinya mengikuti seminar itu dgn serius. Seperti biasa, di akhir Seminar yg berlangsung selama hampir 2 jam, Romo Pembawa Seminar mengajak peserta menyerahkan diri kpd Tuhan agar bisa mengangkat berbagai penyakit fisik maupun psikis. Pak Anton yg menyadari dirinya sdh lelah berobat ke mana-mana, kini hanya berharap pada kekuatan Allah. Selama Romo membawakan doa penyembuhan, Pak Antonpun ikut berdoa dalam hati mohon mukjizat penyembuhan : “Tuhan Yesus, kalau dulu Engkau mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, membuat orang buta bisa melihat, orang bisu bisa berbicara, orang lumpuh bisa berjalan, bahkan orang mati bisa hidup kembali, kini sembuhkanlah migrain yg telah kuderita bertahun-tahun”. Demikian doa yg diucapkannya berulang-ulang dgn penuh keyakinan. Istrinya yg tercinta turut meneguhkan doa Pak Anton sambil meletakkan tangan di bahunya. Dan tiba-tiba, Pak Anton merasakan sebuah cahaya putih menerangi kepalanya, sehingga terasa panas. Dan beberapa saat kemudian, dia merasa migrainnya hilang. Puji Tuhan! Kekuatan iman Pak Anton mampu menyembuhkan migrain yg 10 thn dideritanya. Bagi orang beriman, tidak ada yg mustahil !!
Bacaan injil hari ini (Lk 17:5-10) berbicara ttg KEKUATAN IMAN. “Kalau kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu bisa memerintahkan pohon ara ini tercabut dan tertanam di laut” (Lk 17:6). Biji sesawi adalah biji terkecil dari semua biji-bijian dan pohon ara merupakan pohon dgn akar yg sangat kuat dan dalam serta bisa mencapai usia ratusan thn. Kutipan Lukas di atas mirip dgn Mt 21:21 : “….jikalau kamu berkata kepada gunung ini : beranjaklah dan tercampaklah ke dlm laut, hal itu akan terjadi”. Sabda Yesus ini disampaikan setelah Dia mengutuk pohon ara sehingga kering (Mt 21:18-20). Di dlm injil terdapat 4 jenis pernyataan Yesus ttg iman. 1) Iman adalah prasyarat sebuah mukjizat. Bdk Mt 9:28 : “Percayakah kamu bhw Aku dpt melakukanNya ? Orang buta itu menjawab : Ya Tuhan, kami percaya” Dan org buta itu kemudian disembuhkan. 2) Setelah mukjizat terjadi. Bdk Mt 9:22 “…hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau”. 3) Yesus menegur murid-murid krn kekurangan iman. Bdk. Mt 8:26 “Mengapa kamu takut, hai kamu yg kurang percaya?” 4) Yesus memuji perwira yg memiliki iman yg dalam. Mt 8:5-13 “ …sesungguhnya iman sebesar ini tdk pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara org Israel”. Iman adalah penyerahkan total kpd Allah dan pondasi dasar hidup beragama. Tanpa “iman”, hidup beragama hanyalah slogan. Iman begitu dahsyat. Dia menyatukan manusia dari berbagai suku, bangsa dan bahasa sbg ”saudara dan saudari” dlm Kristus. Iman juga yg menjadi sumber dan pusat hidup para rohaniwan/ti. Mereka meninggalkan segala-galanya krn iman. Imanlah juga yg menjadi pondasi hidup gereja. Tanpa “iman”, gereja tdk mungkin bertahan 2000-an thn dan akan terus bertahan. Iman itu juga yg membuat kita bertahan dalam berbagai cobaan dan penderitaan, bahkan siap menghadapi maut sekalipun. Beato Yohanes Paulus II mengatakan : “Sikapmu dalam situasi krisis, seperti dalam cobaan dan penderitaan akan menunjukkan kadar imanmu kpd Allah”. Iman itulah yg “mengubah” dan “membentuk” diri kita, seperti ditegaskan dlm bacaan pertama : “Orang yg benar akan hidup oleh imannya” (Hab 2:4). Ceritera ttg “hamba yg tak berguna” dlm injil hari ini (Lk 17:7-10) menggambarkan sikap seorang beriman yg loyal. Kita hanyalah hamba-hamba yg hrs melakukan pekerjaan Tuhan. Dan nasehat Rasul Paulus kpd Timotius dlm bacaan II relevan juga utk kita. “Peganglah segala sesuatu yg telah engkau dengar .. dan lakukanlah itu dlm iman dan kasih akan Kristus Yesus” (2 Tim 1:13). Dan jika percaya kepadaNya, maka “kita dpt melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, bahkan yg lbh besar daripada itu” (Yoh 14:12). Itulah kekuatan IMAN !!





Betapa mahabesar dan mahaadilnya Allah Sang Pencipta langit dan bumi! Semua diciptakan sangat baik, sangat indah dan adil! Kekayaan variasi yang tak terbatas semakin mempercantik alam! Kekuatan dan kelemahan setiap elemen menjadi bagian manusia untuk ‘mengelola’ sedemikian supaya ‘lulus’ dalam ujian hidup di alam fana ini! Sudah ada keseimbangan antara kelebihan duniawi dan potensi sorgawi. Orang yang diberi kelebihan dalam aspek fisik-duniawi (wajah dan kekayaan) biasanya memiliki kelemahan dalam aspek spiritual (sombong dan mengandalkan diri); sebaliknya, kekurangan dalam bidang fisik-duniawi (orang miskin) biasanya ‘otomatis’ cenderung bersandar dan dekat pada Allah.
Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada sekarang, sadar atau tidak, suka atau tidak, perubahan terjadi sangat cepat! Gadget keluaran terbaru akan menjadi ‘kuno’ dalam beberapa bulan; perusahaan yang tidak bisa mengikuti perkembangan akan gulung tikar dipecundangi pemain baru yang makin kreatif; tenaga profesionalpun harus merubah mindset dan mengikuti trend kalau tidak mau tergeser oleh orang-orang muda yang agresif. Pendeknya, yang tidak mau berubah mengikuti arus akan tergilas oleh perkembangan jaman!
Pada jaman modern ini sulit membayangkan hidup tanpa uang! Dalam bisnis, uang ibarat darah yang bersirkulasi untuk menghidupi dan menjalankan perusahaan! Dalam kehidupan sehari-haripun kita memerlukan uang untuk bertransaksi dalam segala bidang.