Di negara ini kejujuran dan kesetiaan semakin langka, sebaliknya keserakahan dan kemunafikan semakin merajalela; sebagai hasilnya permusuhan, perceraian dan korupsi terjadi dimana-mana. Tidak mudah membedakan siapa yang salah dan siapa yang benar karena keadilan bisa dibeli, bahkan koruptor yang sudah dihukum pidanapun masih tetap membantah tanpa merasa bersalah!
‘Orang-pandai’ berlomba mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa peduli orang lain, bahkan tidak segan mengorbankan sesama, karena harta berlimpah membuat orang merasa aman dan yakin bisa memenuhi semua kebutuhannya! Benarkah mereka bebas masalah? Bukankah mereka lebih rawan kurang waktu-kurang perhatian, rawan narkoba, rawan menjadi sombong dan juga rawan ke neraka karena [..] lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."? (Mat 19:24).
Sebagai pengikut Kristus yang rela berkorban untuk melakukan kehendak Bapa dan rela menderita demi memberi teladan kepada kita, seharusnya kita sadar bahwa harta duniawi bukanlah tujuan melainkan hanya sarana untuk memuliakan Allah. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. (kis 14:22-23).
Oleh karena itu sangat relevan perintah Yesus yang paling mendasar ini: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh 13:34-35). Allah menciptakan dunia dengan sumber daya alam cukup berlimpah untuk menghidupi semua penghuninya! Namun kelimpahan itu belum cukup memuaskan nafsu orang-orang rakus! Bagaimana bisa cukup kalau segelintir orang merampas, mencuri dan menyimpan sumber daya itu untuk dirinya sendiri dengan membiarkan sebagian besar orang lain menderita kekurangan dan kelaparan? Satu-satunya solusi adalah dengan berbagi! Maka mari kita amalkan program APP KAJ 2013 yang baru lalu: Makin beriman, makin bersaudara, makin berbelarasa dengan aksi nyata berbelarasa terutama bagi mereka yang berkekurangan!
Kesederhanaan seorang penjual nasi uduk yang super laris (dagangannya ludes dalam beberapa jam) bisa menjadi contoh kerelaan berbagi dengan sesama! Dia tidak berminat memperbesar omzetnya karena sudah merasa cukup dengan rejeki yang diterimanya, sekaligus untuk memberi kesempatan kepada penjual nasi uduk lain agar juga mendapat bagian!
Marilah kita ambil bagian dalam komunitas yang makin berbelarasa, komunitas yang memancarkan kemurahan hati Allah sehingga makin banyak orang merasakan rahmat Allah, dan pada akhirnya kita juga boleh menikmati janji Allah. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" (Why 21:3-5).




