Pergumulan manusia dalam menjalani kehidupan yang fana ini tak jarang seperti sebuah ironi; seringkali orang menantang ‘alam’ dengan sengaja! Bukankah semua pelajar tahu bahwa malas belajar akan berakibat hasil ujian tidak memuaskan? Bukankah semua perokok tahu bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan? Mengapa orang sepertinya sengaja memilih yang buruk? Demikianlah karena penuh dengan iri hati orang Yahudi menegarkan diri untuk menolak Allah! Mereka tidak mau mendengarkan nasihat St. Paulus yang mengajarkan Firman Allah supaya mereka tetap hidup dalam kasih karunia Allah.[…] ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai keujung bumi." (Kis 13:45-47).
Demikianlah bangsa-bangsa lain menerima anugerah lebih dahulu karena keselamatan dari Allah tidak gagal atau berhenti karena penolakan oleh bangsa terpilih yang murtad; Allah rela bekerjasama dengan siapapun yang berkehendak baik untuk mewartakan karya keselamatan yang telah dilaksanakan dengan sempurna oleh Sang Putra. Dia tak segan mencari dan menuntun domba-domba yang lelah dan tersesat, memberi kelegaan kepada yang berbeban berat. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yoh 10:27-30).
Pada Minggu panggilan ini marilah kita berdoa agar diberi hikmat, kerelaan dan kekuatan untuk menyambut panggilan Allah yang bersemi pada diri dan anak-anak kita karena tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit.
Ketentraman dalam kehidupan kekal yang dijanjikan Allah digambarkan dalam penglihatan Yohanes yang menerima wahyu Allah. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. (Why 7:16-17).
Sukacita itu sudah tersedia bagi orang percaya! Kita sudah menerima janji itu. Sanggupkah kita berjuang mempertahankan milik yang berharga itu dengan memelihara iman?"Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (ayat 12).




