Kata org bijak, kita hrs berkaca spy bisa membawa diri atau menempatkan diri dengan baik. Sebaiknya dalam situasi yang masih belum jelas, disarankan untuk menempatkan diri di tempat rendah! Kalau sudah dibawah, bisa jatuh kemana lagi?
Kesombongan adalah hal buruk yang sangat merusak moral, dan akan berkembang dengan pesat kalau dibiarkan saja, maka perlu membuka telinga dan hati untuk mendengarkan nasihat. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga pendengar merupakan idaman orang bijak. (Sir 3:28-29).
Kiranya rendah hati dan santun dalam melakukan segala pekerjaan akan menjadi bekal yang baik untuk hidup di masyarakat, dan pada akhirnya juga berkenan dihadapan Allah. Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. (Sir 3:17-20).
Kesombongan adalah hal yang dibenci Allah karena hati yang meninggikan diri itu selalu menjauhkan diri dari Allah. Yesus memberi perumpamaan betapa beruntungnya orang yang mau merendahkan diri dan melakukan kehendak Bapa dengan rela, karena hal itu seakan membuat Allah merasa berhutang.Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang2 cacat, orang2 lumpuh & orang2 buta. Dan engkau akan berbahagia, krn mereka tdk mempunyai apa2 utk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang2 benar." (Luk 14:10-14).
Betapa Mahabesar dan Mahakuasanya Dia yang dapat menghakimi dan menghukum semua orang, namun Dia mau menerima dengan ramah siapapun yang mau datang kepadaNya. Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, (Ibr 12:18-19). Dia mengasihi orang berdosa yang mau bertobat dan menerima kembali dengan sukacita. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (Luk 15:10). Dia bahkan rela turun dari Sorga untuk memberi teladan kerendahhatian dan pengorbanan kepada kita! Masih tegakah kita meninggikan diri dihadapanNya dan dihadapan sesama? Mestinya kita tahu diri!




