Salah satu kecenderungan buruk manusia adalah sifat egois dan iri hati, ingin melebihi orang lain dan tidak senang melihat orang lain bahagia; kalau tidak dikelola dengan baik dan hati-hati, maka â??bawaanâ?? jelek ini bisa berkembang menjadi keserakahan dan semakin tidak tahu diri!
Injil hari ini menggambarkan ketidaktahudirian kaum pilihan yang walaupun sudah diberi tawaran kebaikan dan berkat melimpah, namun berkeras hati menolak kebaikan Allah dan lebih memilih jalan sesatnya sendiri, bahkan tidak segan menggunakan kekerasanâ?¦
"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. (Mat 22:2-6).
Allah menciptakan manusia sebagai mahluk sempurna menurut citraNya, mengasihinya dan memberinya berkat melimpah untuk dimanfaatkan dan dinikmati bersama dengan saling mengasihi dan melayani; namun egoisme, iri hati dan keserakahan telah mencederai kasih Allah itu.
Namun kasih setia Allah tidak terbatas, Dia tidak membalas kesalahan manusia sesuai perbuatannya, melainkan mengutus Sang Putra untuk menebus dosa manusia dan menjanjikan keselamatan bagi yang percaya kepadaNya: melepaskan manusia dari belenggu dosa dan memberinya penghiburan dalam perjamuan abadi!TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. (Yes 25:6-8).
Santo Paulus yang bertobat setelah dijamah Tuhan, tahu diri dan menjadikan semua hal duniawi tidak berarti dibanding keselamatan abadi dalam KerajaanNya! Santo Paulus percaya bahwa Tuhan akan memberi kekuatan untuk menghadapi segala kesulitan dalam menjalani kehidupan sesuai kehendakNya.Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4: 12-13). Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin. (19-20).




