
Bacaan I : Yeh. 47:1-2.8-9,12; Bacaan II : 1Kor. 3:9c-11,16-17;
Bacaan Injil: Yoh. 2:13-22.
MENJAGA DIRI SEBAGAI BAIT-NYA YANG KUDUS
Pada zaman Yesus Bait Allah adalah sebuah tempat yang sangat megah dan indah di mana semua orang Yahudi berkumpul untuk berdoa dan mempersembahkan kurban. Sesuai ketentuan hukum Taurat, orang Yahudi diwajibkan untuk melakukan ziarah ke Bait Allah tiga kali dalam setahun, salah satunya pada Hari Raya Paskah Yahudi.
Bacaan Injil hari ini mengambil latar belakang menjelang Hari Raya Paskah Yahudi (Yoh 2:13). Saat itu orang mulai berdatangan ke Bait Allah sehingga meningkatkan keramaian perdagangan hewan kurban dan penukaran uang. Aktivitas yang mengeksploitasi tempat kudus bagi kepentingan pribadi ini membuat Yesus marah. Ia membuat cambuk, mengusir para pedagang beserta hewannya dan menjungkirbalikkan meja para penukar uang. Yesus ingin agar semua orang menjaga kekudusan Bait Allah. Namun tindakan-Nya membuat para pemuka Yahudi tidak senang karena dianggap mengganggu aktivitas Bait Allah dan tentu saja kepentingan mereka. Mereka menantang Yesus dan meminta tanda yang membuat Yesus berhak berbuat demikan. Yesus pun menjawab, “Runtuhkan Bait ini dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya.” Pernyataan ini membuat para pemuka Yahudi tidak mengerti bahwa Bait Allah yang Yesus maksudkan adalah Tubuh-Nya sendiri yang akan dibunuh oleh orang-orang Yahudi namun akan bangkit pada hari yang ketiga. Melalui jawaban ini, Yesus mengatakan bahwa dengan kehadiran-Nya di dunia, Firman yang menjadi manusia, Tubuh-Nya adalah Bait Allah yang baru bagi umat-Nya.
Bangsa Israel pernah membuat Allah murka karena mereka tidak menjaga kekudusan Bait Allah. Melalui tangan tentara Babel, Bait Allah itu diluluhlantakkan. Bacaan pertama dari nubuat Yehezkiel menggambarkan Bait Allah yang baru di mana ada sungai yang keluar dari sana dan membawa kehidupan (Yeh 47:12).
Pada bacaan kedua, Rasul Paulus mengingatkan Jemaat di Korintus bahwa mereka adalah bangunan Allah yang dibangun atas dasar yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Siapapun yang membinasakan mereka, maka Allah akan membinasakan dia (1Kor 3:9,11,17).
Pesan dari ketiga bacaan hari ini adalah bagaimana kita menjaga kekudusan diri kita karena kita adalah bait Allah dan Yesus sebagai sebagai dasar bangunannya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan yaitu dengan tidak menebar fitnah atau perpecahan, tapi membangun persaudaraan sejati di dalam Kristus. Marilah kita semua sebagai bait Allah menjaga kekudusan pribadi dan komunitas dengan menjalani tugas perutusan kita sebagai saksi-Nya di tengah masyarakat serta menjadi saluran kasih dan berkat-Nya bagi sesama. [CT]




