
Bacaan I : Yes. 35:1-6a,10; Bacaan II : Yak. 5:7-10;
Bacaan Injil: Mat. 11:2-11.
SUKACITA DALAM PENANTIAN
Minggu ketiga Masa Adven dikenal dengan sebutan Minggu Gaudete. Lilin yang dinyalakan berwarna merah muda, sebuah simbol sukacita.
Dalam bacaan pertama Yesaya menggambarkan sesuatu yang indah: padang gurun berubah jadi taman. Tempat kering jadi subur. Orang lemah dikuatkan, orang takut diberi semangat. Gambaran ini muncul bukan karena situasi bangsa Israel sudah baik. Justru mereka sedang bermasalah. Tapi Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan datang untuk menyelamatkan (Yes 35:4). Sukacita muncul dari harapan itu.
Di bacaan kedua, Yakobus melukiskan kesabaran akan penantian kedatangan Tuhan seperti seorang petani. Kesabaran yang bukan tanpa daya, melainkan penantian yang aktif dan penuh harapan. Petani tahu ia tidak bisa memaksa hujan turun, tetapi ia bisa mempersiapkan tanahnya. Menunggu kedatangan Tuhan juga demikian, tetap bergerak, tetap setia, tetap melakukan yang benar, sambil meyakini bahwa Tuhan sedang bekerja.
Sementara itu bacaan Injil membawa kita ke tempat yang suram dan jauh dari kesan gembira yaitu penjara. Yohanes Pembaptis sedang bergulat dengan ketidakpastian. Melalui para muridnya, dia mencari kepastian itu langsung kepada sumbernya sendiri yaitu Yesus dengan menyampaikan pertanyaan "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (Mat. 11:3). Yesus menjawab dengan fakta-fakta yang terjadi di dalam masyarakat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan orang sakit sembuh, kabar baik diberitakan kepada orang miskin (ay.5)
Dari tiga bacaan ini, kita belajar bahwa menunggu bukan beban, tapi sebuah kesempatan untuk mengasah harapan. Menunggu membuat hati kita peka dan mengajar kita untuk bertekun dalam iman. Minggu Gaudete mengajak kita untuk bersukacita di dalam penantian. Mungkin “padang gurun” hidup kita belum berubah jadi taman. Mungkin jawaban doa belum datang. Tapi ada sukacita yang tetap bisa tumbuh yaitu pengharapan bahwa Tuhan sedang bekerja. Seperti Yesus yang mengajak Yohanes, Dia juga mengajak kita untuk melihat tanda-tanda kehadiran Allah yang nyata, tidak selalu dramatis, apalagi bombastis. Sukacita muncul saat kita melihat tanda-tanda kecil kehadiran Tuhan. Mari sambut Tuhan dengan hati yang kuat, sabar, dan penuh harapan. Karena sukacita sejati bukan datang dari keadaan, tapi dari menyadari kehadiran-Nya dalam setiap nafas hidup kita. [APU]




