Penolong Untuk Penolong

Bacaan I: Kis. 8:5-8,14-17; Bacaan II: 1Ptr. 3:15-18; Bacaan Injil: Yoh. 14:15-21.
Penolong Untuk Penolong
Minggu lalu kita bertemu dengan pertanyaan Filipus kepada Yesus: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Yoh 14:8), pertanyaan Filipus tersebut sebenarnya dijawab dengan tepat oleh Yesus pada hari ini: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yoh 14:15), dan “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku” (Yoh 14:21). Ini adalah jawaban terbalik, yang maksudnya Yesus mengatakan, untuk menjadi beriman dan percaya kepada-Nya, seseorang harus terlebih dahulu memegang dan melakukan perintah-Nya yaitu mengasihi satu sama lain, bukan sebaliknya meminta untuk melihat bukti terlebih dahulu seperti logika dunia yang biasa kita pakai. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia” pada Injil hari ini. Hal ini juga sejalan dengan yang dikatakan oleh penulis kitab Ibrani: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Janji Yesus pada hari adalah untuk memberikan seorang Penolong kepada kita: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya… Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Kita tentu sangat ingin agar Penolong yaitu Roh Kudus yang diutus Yesus itu dapat hadir menyertai kita selama-lamanya, dan bahkan diam di dalam kita. Dan sang Penolong itu barulah hadir secara sungguh-sungguh saat kita melakukan yang dikatakan pastor pada setiap akhir Ekaristi yaitu: “Pergilah, engkau diutus”, yaitu diutus menjadi penolong orang-orang terdekat kita. Saat itulah Yesus berkata: “Aku datang kembali kepadamu… sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu… kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” –aj




