Saatnya Jadi Penggarap Kebun Tuhan

Bacaan I: Yes. 5:1-7; Bacaan II: Flp. 4:6-9; Bacaan Injil: Mat. 21:33-43.
Saatnya Jadi Penggarap Kebun Tuhan
Bacaan Injil pada Pekan Pertama Oktober ini tentang Perumpamaan para penggarap kebun anggur. Kisahnya membawa kita untuk merefleksikan hidup dan menyadari kembali tanggung jawab yang telah, atau sedang, dan masih diamanatkan Tuhan. Penyadaran ini amat penting, agar hidup kita seutuhnya selalu rendah hati dan menggantungkan diri pada belas kasih kemuliaan Tuhan. Kehidupan kita haruslah berkenan di hadapan Tuhan.
Fakta bahwa dosa manusia diawali dari keinginan diri untuk 'berkuasa', lalu berupaya agar menjadi paling dominan menguasai segala sesuatu, termasuk sesama manusia. Setelah merasa kuat, lalu melawan dan 'menolak cinta' Tuhan. Mereka meremehkan nasihat para utusan Tuhan. Suara Tuhan dalam sabda-Nya pun tak lagi didengar. Bahkan kehadiran-Nya sendiri dalam wujud Sang Putera, juga tidak digubris. Itulah hidup dalam kondisi kegelapan dosa. Inilah persoalannya.
[Mat.21:38] Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Pesan ajaran iman dari perumpamaan yang diucapkan sendiri oleh Yesus (yang juga ditulis dalam Injil Markus dan Lukas) masih sangat relevan bagi kita hingga hari ini. Setiap hari kita melihat, mendengar, dan bahkan mungkin bersinggungan langsung dengan orang-orang yang hidupnya (baik yang menggenggam pangkat maupun tidak) tak mengindahkan mandat dari Tuhan. Mereka melawan cinta Tuhan demi memuaskan ambisi kekuasaan pribadi seperti para penggarap kebun itu.
Apa yang harus kita perbuat?
Kepercayaan yang telah diberikan Tuhan kepada kita haruslah ditumbuhkembangkan hingga benar-benar menghasilkan buah-buah iman kepada Kristus. Yang tentu saja berguna bagi kedewasaan iman pribadi, dan lingkungan sekitar. Tak ada pilihan lain. Atau jika tidak menghasilkan apa-apa maka Kerajaan Allah akan diambil. Seperti yang disampaikan Yesus sendiri [Mat.21:43] "Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Jangan sia-siakan kesempatan dan belas kasih Bapa. Tuhan memberkati. (VH)




