PEMBAPTISAN TUHAN

Bacaan I: Yes. 42:14-21; Bacaan II: Kis. 10:34-38; Bacaan Injil: Mat. 3:13-17.
PEMBAPTISAN TUHAN
Teladan kesederhanaan dan kerendahan hati diajarkan Tuhan yang maha rahim, yang selalu memberi kesempatan bagi umat yang mau bertobat. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku keatasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. (Yes42:1-3).
Bangsa Israel memang dipilih sebagai ‘pintu-masuk’ untuk menyampaikan kabar gembira, namun Ia tidak membeda-bedakan siapapun yang berkehendak baik dengan anugerah keselamatan dan damai sejahteraNya. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. (Kis 10:34-36).
Ia bahkan rela menjadi manusia dan solider minta dibaptis oleh Yohanes yang semula menolak [..]katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." (Mat3:14-15).
Pencelupan kedalam air bisa dipahami sebagai antisipasi kematian dan penguburan-Nya, sedangkan keluar-Nya dari air melambangkan kebangkitan-Nya dari maut.
Makna Pembaptisan tidak dapat terungkap sepenuhnya kecuali dilihat dalam terang salib dan kebangkitan Kristus. Sebab melalui Baptisan, manusia lama beserta dosa kita telah dikuburkan bersama kurban salib Kristus, agar kita menjadi manusia baru, yang memperoleh hidup ilahi didalam Kristus karena kebangkitan-Nya.
Ya Tuhan, mampukan kami semakin menghayati makna pembaptisan kami. Amin. (YH)




