[Renungan Suami] Tombol-tombol Cinta Istri Anda
Suatu hari minggu anda bersama keluarga berkunjung ke rumah mertua. Di sana mertua mengajak istri dan anak-anak anda ke supermarket. Anda memilih untuk menunggu saja di rumah. Untuk mengusir rasa bosan, anda melihat-lihat rak di bawah TV dan menemukan sebuah DVD film bagus yang belum pernah anda tonton. Anda menyalakan TV dan DVD player. Film mulai berjalan. Tapi anda tidak nyaman dengan bahasa Inggris. Anda ingin memunculkan subtitle (teks) dalam bahasa Indonesia. Repotnya hari itu anda lupa membawa kacamata. Anda tidak tahu tombol mana di remote-nya yang harus ditekan untuk memunculkan teksnya. Anda mencoba satu per satu tombol di remote, sampai akhirnya menemukan tombol yang seharusnya. Suatu tombol gunanya adalah membantu kita, tapi kita harus tahu dulu, tombol mana yang harus ditekan.
Tahukah anda bahwa istri anda juga memiliki beberapa Tombol Cinta yang kalau ditekan maka akan membangkitkan rasa cinta istri anda kepada anda? Kalau anda salah tekan, maka bukannya cinta yang anda dapat, malah gerutuan atau kekesalan. :)
Tiap wanita memiliki Tombol Cinta yang berbeda, antara wanita yang satu dengan wanita yang lain. Anda harus menyelidiki terlebih dulu apa tombol cinta istri anda, supaya anda bisa menghidupkan kebahagiaan rumah tangga sepanjang waktu.
Beberapa wanita, memiliki tombol cinta yang akan hidup jika kita memberikan kata-kata pujian. Anda bisa memuji masakannya, penampilannya, pandainya dia mengurus anak, pandainya dia mengatur waktu, dan sebagainya. Kalau anda puji, dia akan tersenyum, mulanya canggung, kemudian akan melekat pada anda. Anda perlu belajar memuji jika istri anda memiliki tombol cinta ini :)
Tombol cinta yang lain akan hidup jika anda memberikan waktu anda yang special untuk istri anda. Anda menekan tombol cinta ini jika anda meluangkan waktu untuk mendengar cerita-ceritanya sepulang anda dari kantor atau di malam hari. Bisa juga tombol cinta ini akan hidup jika anda menemaninya berbelanja di supermarket. Lebih baik lagi jika anda memberikan waktu anda untuk berkencan berdua dengan istri anda di rumah makan atau bioskop.
Bisa jadi tombol cinta istri anda akan hidup jika anda memberikan hadiah untuknya. Hadiah dari seorang suami tidak harus mahal. Yang penting istri anda merasa diperhatikan dan diistimewakan dengan hadiah tersebut. Coba ingat-ingat barang-barang yang pernah dia bicarakan dan anda bisa menghadiahkannya sebagai kejutan sayang.
Seorang istri yang sibuk di rumah mungkin tombol cintanya adalah tindakan anda untuk membantunya dalam mengurus rumah. Anda boleh membantunya mencuci piring, menyapu, bermain dengan anak-anak, dsb yang seringkali membuatnya sibuk di rumah. Tindakan anda yang penuh kasih tentunya akan menghidupkan tombol cintanya.
Bukan tidak mungkin tombol cinta istri anda adalah sentuhan fisik dari anda. Istri anda suka untuk dipeluk, dielus-elus, dirangkul dan diajak bercinta. Kalau anda juga orang yang suka sentuhan fisik, bagus… Kalau anda merasa risih dengan memberikan sentuhan fisik, anda harus mempelajarinya demi kebahagiaan rumah tangga anda.
Istri anda mungkin saja memiliki satu, dua atau semua tombol cinta tsb. Anda boleh mencoba-cobanya sendiri, atau anda menanyakannya langsung kepada istri anda. Kalau ingin lebih romantis, anda harus mempelajari sendiri dong ya :) Tapi kalau mau lebih cepat, anda boleh koq menanyakannya langsung kepada istri anda. Yang penting kan supaya anda berdua tambah mesra…..
Seperti diajarkan di dalam Efesus 5:25 “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”. Mari kita lebih mengasihi istri kita dengan mengenali tombol-tombol cintanya dan menggunakannya untuk kebahagiaan rumah tangga kita. Mungkin tidak mudah untuk mengenali tombol-tombol cinta istri anda. Tapi sebagai perwujudan cinta anda, cobalah temukan tombol-tombol itu, sambil memberikan kasih anda pada istri dan menerima balasan kasih dari istri anda.
Selamat mengasihi….. Jangan salah tombol ya :)
Julius Saviordi
15 Mei 2013
www.priasejatikatolik.wordpress.com





Heboh bagi orang-orang Yahudi di seluruh dunia yang sedang berkumpul di Yerusalem ketika tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras (Kis 2: 2). Lebih aneh lagi mereka mendengar Petrus dan murid-murid Yesus yang lain berbicara dengan bahasa-bahasa yang dipakai seperti di negeri asal mereka (ayat 8). Mereka bertanya bagaimana mungkin mereka bisa mengerti satu sama lain. “Kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia.., pendatang-pendatang dari Roma, [..] kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah," kata mereka. Bagaimana kisah Pantekosta ini bisa kita pahami?
Shusaku Endo, novelis Jepang menulis buku terkenal berjudul “Silence”, Hening (1996; Edisi Indonesia : 2008). Ceritanya, Shogun Ieyasu yang memusuhi orang Kristen. Pada tahun 1614 ia mulai mengusir para misionaris dan menganiaya gerombolan Kirishitan (Kristen). Penyiksaan terhadap orang Katolik dilakukan yang tentu menjadi salib bagi 300.000 orang Katolik pada waktu itu. Salib itu makin bertambah besar sesudah Pemberotakan petani Shimabara karena pajak tinggi dan penindasan dari mereka yang berkuasa. Tuhan dimana? Itu pertanyaan umat Katolik waktu itu. Dengan latar belakang Jepang abad ke-17 novel ini digelar. Alkisah Pater Sebastian Rodrigues, Jesuit dari Portugal diutus untuk membantu gereja setempat di Jepang sekaligus mencari jejak rekannya Pater Ferreira yang “hilang” karena tidak tahan menanggung siksaan dari para algojo Shogun.
Banyak hal tidak enak dan mengkhawatirkan dalam hidup ini? Hidup ini kemana dan mau apa sesudah hidup kita ini sering amat mengkhawatirkan. Belum lagi soal-soal keseharian dari masalah mencari nafkah, kesehatan sampai masa depan anak-anak yang membuat orang tidak nyaman dan bersedih. Orang yang bersikap fatalistik hanya pasrah saja. Begitulah hidup, kata mereka, ada senang, ada susah, ada sehat dan sakit. Ada untung bisa juga buntung alias rugi. Ada masa muda, ada masa tua renta yang hanya menunggui hari-hari terakhir. Orang beragama sering mencari mudahnya dengan menyerahkan semuanya kepada “Yang di atas”. Mulai dari kejadian yang menyenangkan sampai-sampai kesalahan sendiri yang membawa petaka semuanya dianggap karena ketentuan dari Atas. Begitu mengkhawatirkan dan tidak pastikah hidup kita ini?