Sama seperti Bartimeus yang buta, tidak melihat, kita pun juga acap kali tidak dapat melihat banyak hal dalam hidup ini, termasuk tidak melihat Yesus, “Kabar Gembira” bagi hidup kita. Betapa tidak? Yesus hanya kita lihat di dalam Injil dan gambar-gembar yang ada di gereja maupun buku-buku rohani. Apakah Yesus dapat kita lihat bila kita sakit, susah, putus harapan, gagal, mengalami kerugian, sedih dan susah? Dapatkah kita melihat hidup kita sampai hari ini sebagai sejarah keselamatan dari Tuhan atau karya penebusan Yesus? Dapatkah kita melihat bahwa apapun hasil akhirnya pada masa sekarang dengan rentetan peristiwa yang mendahuluinya dapat dilihat sebagai karya Tuhan untuk kita? Harus diakui banyak kali kita buta untuk melihat dan memahaminya.
|
Kisahnya Injil pada hari Minggu ini mengajak kita untuk menjawab pertanyaan Yesus, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dan seperti Bartimeus, hari ini kita menjawab, "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Mrk 10: 51). Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah Bartimeus lalu mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya (ayat 52). Percaya kepada Yesus membuat kita “tidak buta” untuk dapat melihat apa yang terjadi dalam hidup kita masing-masing sebagai sejarah keselamatan pribadi. Artinya, berkat bimbingan dan kasih Tuhan kita menjadi seperti kita saat ini yang terbuka untuk berkembang dalam kasih dan persaudaraan dengan keluarga dan sesama. Karena percaya akan karya penebusan Yesus dalam diri kita, maka kita tidak dihinggapi kekhawatiran dan ketakutan yang tidak perlu baik akan hari esok maupun ancaman-ancaman dunia lainnya. Dengan percaya kepada Yesus kita melihat arah dan tujuan hidup kita selanjutnya. Hidup keseharian yang tempak biasa-biasa saja ini sebetulnya terarah kepada kebaikan yang mencapai puncaknya di rumah Bapa Yang Mahapengasih. Dengan percaya kepada Yesus, kita juga telah menemukan cara dan pola hidup, yaitu pola hidup yang mengasihi Tuhan dengan mengasihi sesama dengan saling melayani dan membangun persaudaraan sejati. |
Percaya kepada Yesus berarti percaya kepada Allah Bapa yang menciptakan dunia beserta isinya termasuk kita. Allah Bapa yang diwartakan Yesus itu adalah Tuhan yang mengasihi seperti seorang Bapa kepada anak-anaknya dengan mengirimkan Roh Kudus yang menyertai hidup kita masing-masing. Percaya kepada Yesus membuat kita melihat apa yang dilakukan Tuhan, Bapa yang Mahabaik itu dalam hidup kita. Dengan kata lain, hidup kita juga merupakan injil atau kabar gembira yang hidup, karena merupakan tonggak-tonggak karya Tuhan. Semoga karena iman kepada Yesus, kita mampu melihat banyak hal dalam hidup kita sehingga menjadi lebih mampu mengikuti Yesus dengan mengasihi Tuhan dan sesama




