
Bacaan I : 2Mak. 12:43-46; Bacaan II : 1Kor. 15:20-24a.25-28;
Bacaan Injil: Yoh. 6:37-40.
ECCLESIA DOLENS
Ada pertanyaan yang dilontarkan kepada seorang ateis, apakah ada kehidupan setelah kematian? Menurut pandangannya, setelah kehidupan di dunia ini maka semuanya telah usai. Tubuh berhenti berfungsi, jantung berhenti memompa, kesadaranpun padam. Dia menyamakan hidupnya seperti sebuah komputer yang dimatikan. Semua berhenti dan hilang.
Bagi para pengikut Kristus, kehidupan tidak berhenti pada kehidupan di dunia ini. Kehidupan terus berlanjut di dalam keabadian. Keyakinan ini bukan tanpa dasar, melainkan dari sabda Yesus sendiri yang disampaikan kepada para murid-Nya. Yesus menjanjikan kebangkitan pada akhir zaman bagi siapa saja yang melihat dan percaya kepada-Nya [Yoh 6:40]. Ini bukan hanya pengharapan namun merupakan sebuah kepastian. Bacaan Injil hari ini tidak hanya berbicara mengenai janji kebangkitan pada akhir zaman, melainkan diawali dengan sebuah janji bahwa siapa saja yang datang kepada Yesus tidak akan ditolak karena mereka merupakan pemberian Bapa [ay. 37]. Yesus juga berjanji menjaga siapa saja yang telah diberikan Bapa kepada-Nya [ay. 38]. Jadi siapa saja yang datang kepada Kristus, tentu tidak datang dengan kekuatan sendiri melainkan ada kasih Bapa yang menuntunnya. Kebangkitan pada akhir zaman menjadi janji yang sangat penting bagi para pengikut Kristus karena disampaikan sebanyak dua kali [ay. 39 dan 40].
Kehidupan kekal telah diimani pada zaman sebelum Yesus. Bacaan pertama mengisahkan bagaimana Yudas Makabe mengumpulkan uang untuk kurban penghapus dosa bagi mereka yang telah meninggal dunia dalam keadaan berdosa [2 Mak 12:40,43]. Tindakan ini dilakukan sebagai pendamaian bagi mereka agar dilepaskan dari dosa-dosa mereka [ay. 45] dan dibangkitkan pada akhir zaman.
Sementara itu bagi Paulus perjumpaannya dengan Yesus di perjalanan menuju Damsyik telah mengubah cara berpikirnya. Dalam surat pertama kepada Jemaat di Korintus, Paulus menyatakan bahwa Yesus adalah yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati [1Kor 15:20]. Kebangkitan tidak berhenti pada Yesus saja melainkan berlanjut kepada mereka yang menjadi milik-Nya [ay. 23]. Dengan demikian apa yang ditulis Paulus ini sejalan dengan perkataan Yesus di dalam bacaan Injil hari ini [Yoh 6:40].
Hari ini Gereja merayakan Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman yaitu mereka yang beriman kepada Kristus namun sedang mengalami penyucian dan belum memandang dengan jelas Allah Tritunggal sendiri sebagaimana ada-Nya [KGK 954]. Mereka dikenal juga dengan sebutan Gereja yang menderita [Ecclesia dolens]. Di bulan November ini kita diajak untuk mengikuti Ekaristi dan mempersembahkan doa-doa kita bagi mereka sebagai tanda bahwa persekutuan umat Allah melampaui ruang dan waktu. Kita semua adalah milik Kristus, maka doa-doa kita sangat berharga bagi mereka agar mereka dapat segera melihat kemuliaan Allah. [CT]




