
Bacaan I : Yes. 2:1-5; Bacaan II : Rm. 13:11-14a;
Bacaan Injil: Mat. 24:37-44.
SIAP SEDIA DAN BERJAGA-JAGA
Hari ini kita memasuki masa Adven, saat kita menantikan kedatangan Tuhan dan menyiapkan hati secara khusus untuk menyambut peringatan kedatangan-Nya pada hari Natal.
Pada bacaan pertama, kedatangan Yesus yang pertama telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya yang mengatakan bahwa banyak suku bangsa akan datang ke Yerusalem untuk mendengarkan Mesias mengajar tentang jalan-jalan-Nya dan ajakan kepada umat untuk menjalaninya (Yes 2:3). Nubuat Yesaya juga menyebutkan bahwa Mesias akan menjadi hakim bagi bangsa-bangsa.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menubuatkan kedatangan-Nya yang kedua kepada para murid-Nya. Yesus menyamakan kedatangan-Nya seperti keadaan manusia pada zaman Nuh sebelum bencana air bah. Dikatakan manusia makan dan minum, kawin dan mengawinkan sampai Nuh memasuki bahtera (24:38). Lalu apa yang salah dengan kehidupan seperti ini? Dari perkataan Yesus, tersembunyi sebuah pesan bahwa manusia pada zaman Nuh sibuk dengan urusan duniawi. Hati dan pikiran mereka dikuasai materi, tidak memperhatikan kekudusan diri dan kehidupan rohani. Karena itu Yesus berpesan kepada para murid-Nya “Hendaklah kamu siap sedia, karena Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga-duga (Mat 24:44). Persiapan ini tentu berkaitan dengan kehidupan rohani mereka.
Nasihat untuk kehidupan rohani yang kudus disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus mengingatkan agar jemaat tidak hidup dalam pesta pora, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati (Rm 13:13). Sebelumnya, Paulus mengingatkan bahwa keselamatan semakin mendekat, dan manusia harus siap menyambutnya. Bersiap dalam konteks Paulus berarti jemaat harus meninggalkan semua kesenangan duniawi dan hidup dalam Kristus.
Berdasarkan bacaan-bacaan di atas maka sangat relevan jika pertanyaan yang diajukan pada diri sendiri di masa Adven ini adalah “bagaimana cara kita siap sedia dan berjaga-jaga”? Di satu sisi, kita menghadapi berbagai godaan berupa beranekaragam kenikmatan duniawi dan berbagai kesibukan maupun tantangan yang menjauhkan kita dari Allah. Maka menjalin relasi yang erat dengan Allah dengan menerima Ekaristi dan sakramen tobat, membaca Firman-Nya setiap hari dan berbagai aktivitas yang mengasah kekudusan hati sehingga tercermin pada perkataan dan perbuatan kita.
Marilah kita menggunakan waktu yang diberikan Tuhan dalam Masa Adven ini untuk hidup lebih baik di hadapan-nya sambil berdoa, “Ya Tuhan datanglah!". [CY]




