
Bacaan I : Mal. 4:1-2a; Bacaan II : 2Tes. 3:7-12;
Bacaan Injil: Luk. 21:5-19
SANG RAJA SEJATI
Hari ini adalah hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi Gereja, yang ditutup dengan perayaan Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan-bacaan suci hari ini mengajak umat untuk mengingat kembali jati diri Yesus menurut kitab suci.
Santo Lukas menulis salah satu kisah agung yang terjadi di Golgota. Yesus yang tergantung tak berdaya di kayu salib menjadi bahan ejekan dan olok-olok dari orang Yahudi dan para prajurit karena Dia yang mengaku Mesias tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri dari hukuman salib. Namun yang terjadi di kayu salib berbeda. Di sana ada dialog antara Yesus dan salah satu penjahat yang di salib. Yang lebih Istimewa, terucap pengakuan dari bibir pejahat tersebut bahwa Yesus adalah Raja (Luk 23:42-43).
Sebagai keturunan Daud, Yesus Kristus merupakan penggenapan janji Allah kepada Daud. Ini tertulis di dalam bacaan pertama di mana suku-suku Israel mengangkat Daud menjadi raja atas Israel. Allah berfirman kepada Daud “Dinastimu dan kerajaanmu akan teguh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, tahtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” (2Sam 7:16).
Namun demikian Yesus Kristus bukanlah raja dalam pemahaman politis yang memiliki kekuasaan duniawi seperti Daud. Kerajaan-Nya melampaui urusan duniawi dan dibangun atas dasar kasih dan pengampunan. Ia mengasihi umat-Nya dengan kasih yang sempurna. Tangan-Nya selalu terbuka bagi siapa saja yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Hal ini ditunjukkan-Nya kepada salah seorang penjahat yang disalibkan di sebelah-Nya. Penjahat itu memohon agar Yesus mengingatnya bila Dia ke dalam kerajaan-Nya. Yesus menjawabnya, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Luk 23:43).
Pada bacaan kedua, rasul Paulus mengingatkan jemaat di Kolese bahwa mereka harus mengucap syukur kepada Bapa yang telah melepaskan mereka dari kuasa kegelapan dan memindahkan mereka ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (Kol 1:13). Paulus juga menyampaikan bahwa melalui Yesus Allah telah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Kita sebagai umat yang sudah ditebus oleh darah Kristus selayaknya hidup sesuai dengan rahmat penebusan yang telah kita terima. Marilah kita menjadi saksi-Nya melalui perkataan, pewartaan dan perbuatan kita yang penuh kasih pada sesame untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Sang Raja Sejati. Hingga pada akhirnya kitapun mampu berkata dengan penuh iman “Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau masuk ke dalam Kerajaan-Mu.” (Luk 23:42). [CY]




