
Bacaan I : Mal. 4:1-2a; Bacaan II : 2Tes. 3:7-12;
Bacaan Injil: Luk. 21:5-19
MARANATA!
Menjelang akhir tahun liturgi bacaan-bacaan hari Minggu mengajak umat untuk mengingat akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Bacaan pertama yang diambil dari nubuat Nabi Maleakhi menggambarkan Hari Tuhan akan datang seperti perapian yang menyala-nyala. Api ini akan membakar habis semua orang fasik seperti jerami dan melenyapkan mereka. Sebaliknya, Tuhan akan menyelamatkan mereka yang setia kepada-Nya (Mal 4:1-2).
Sementara itu dalam bacaan Injil Yesus dikisahkan saat orang-orang mengagumi keindahan Bait Allah, Yesus justru menubuatkan keruntuhannya yang akan didahului oleh kekacauan seperti munculnya guru-guru palsu, peperangan, bencana alam, wabah penyakit dan bencana kelaparan. Para pengikut Yesus akan dikucilkan oleh keluarga dan sahabat mereka. Mereka akan ditangkap, dipenjara dan dianiaya. Namun mereka tidak perlu takut karena itu merupakan kesempatan untuk bersaksi tentang Kristus. Para murid-Nya harus tetap teguh dalam iman dan Yesus sendirilah yang akan memberikan kata-kata hikmat yang tidak dapat dibantah oleh para lawan mereka. Jika mereka tetap bertahan, mereka akan memperoleh hidup.
Pengharapan yang besar akan kedatangan kembali Yesus telah nampak pada jemaat perdana. Mereka berpikir akhir zaman akan segera tiba sehingga ada sebagian jemaat yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja. Menghadapi keadaan ini, Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Tesalonika memperingatkan mereka untuk tetap rajin bekerja untuk mendapatkan makanan dari hasil jerih payah mereka sendiri.
Duaribu tahun berselang, ramalan-ramalan tentang kedatangan Yesus yang kedua senantiasa hadir dalam setiap zaman. Selalu ada cerita dan rumusan mengenai kapan kedatangan-Nya kembali. Tanda-tanda dari nubuat Yesus mengenai akhir zaman juga terjadi pada masa kini seperti adanya berbagai bencana alam, wabah penyakit, peperangan, guru-guru palsu, berbagai kekerasan, korupsi, diskriminasi dan lain sebagainya. Dalam situasi seperti ini, apa yang harus kita lakukan? Yesus telah berjanji bahwa Ia akan selalu menyertai umat-Nya dan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Ia menjamin keselamatan mereka yang setia kepada-Nya dalam berbagai situasi sulit yang mereka hadapi. Ia akan memberi kekuatan kepada umat-Nya untuk tetap bertahan dan berjuang serta menolong kita pada waktu-Nya. Yang harus kita lakukan adalah percaya penuh dan setia kepada-Nya. Kita juga harus senantiasa tekun menjalankan berbagai perbuatan amal kasih melalui pekerjaan dan aktivitas kita sehari-hari. Semoga pada penghakiman, Ia mendapati kita sebagai murid yang setia agar kita tidak pernah ragu mengatakan “Maranata! Datanglah Tuhan Yesus”. [CY]




