
Bacaan I Kis. 2:42-47: ; Bacaan II: 1Ptr. 1:3-9 ; Bacaan Injil: Yoh. 20:10-31.
MELAWAN HOAKS
Istilah hoaks (hoax) mungkin bukan istilah yang terlalu asing bagi kita. Hoaks adalah berita bohong/palsu namun dibuat seolah-olah benar. Tujuan orang membuat hoaks bermacam-macam, mulai dari lelucon sampai kepada tujuan-tujuan politis.
Tokoh bacaan Injil hari ini adalah Tomas, Sikapnya yang tidak serta merta percaya ketika para murid menceritakan bahwa mereka melihat Tuhan Yesus (Yoh 20:25) sering dijadikan contoh buruk dari seorang yang kurang iman. Tomas yang tidak hadir saat Sang Guru menjumpai para murid setelah kebangkitan-Nya bisa jadi punya alasan kuat. Saat itu beredar kabar pula bahwa para murid datang mencuri mayat Tuhan Yesus saat penjaga tidur (Mat 28:13).
Para murid yang berusaha meyakinkan Tomas, ternyata gagal. Alih-alih percaya, Tomas mempunyai syarat yaitu dia harus melihat bekas paku pada tangan-Nya kemudian mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung Tuhan Yesus. Membaca syarat yang diajukan oleh Tomas, tentu dia adalah seorang yang memahami benar bagaimana Tuhan Yesus wafat. Dari ketiga orang yang menerima hukuman mati di tiang salib, dua orang penjahat kakinya dipatahkan (Yoh 19:32). Sementara kaki Tuhan Yesus tidak dipatahkan (ay 33) namun lambung-Nya ditikam sehingga mengeluarkan darah dan air (ay. 34). Hal ini rupanya terekam baik dalam pengamatan Tomas.
Tomas yang hadir saat Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kubur (Yoh 11:16) tentu tidak meragukan kemampuan Sang Guru dalam melakukan mujizat. Namun ketika Tuhan Yesus diberitakan bangkit dari kematian, tentu yang ada dipikirannya adalah siapakah yang lebih berkuasa dari Sang Guru yang dapat membangkitkanNya dari kematian? Selain itu, berita tentang kedatangan Sang Guru diterimanya dari para murid. Maka lengkaplah alasan-alasan tersebut diatas sebagai dasar untuk meminta bukti kepada para murid. Bukan kepada Tuhan Yesus!
Dari Tomas kita bisa belajar bagaimana berpikir sehat mempunyai porsi penting dalam bersikap. Tomas tidak ingin percaya dengan satupun berita yang beredar, yang kebenarannya masih butuh pembuktian. Tomas melawan hoaks. Apakah dia tidak kehilangan iman dengan meminta bukti? Tidak. Justru iman dan cintanya semakin dikuatkan dengan perjumpaan pribadi dengan Sang Guru. (CT)




