
Bacaan I : Kej. 17:3-7; Bacaan II: Rm. 5:1-2,5-8; Bacaan Injil: Yoh. 4:5-42.
Allah Memberi Kita Air Kehidupan
Pada Minggu Ketiga Masa Prapaskah ini Gereja mengajak kita untuk menyadari kembali ajakan Yesus tentang bagaimana mencapai kehidupan abadi dan menyembah Tuhan dengan tulus hati, seperti dikisahkan dalam percakapan Yesus dengan perempuan Samaria [Yoh.4:5-42].
Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." [Yoh.4:13-14]
Apa yang bisa dipetik dari kisah pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria itu bagi pengayaan iman kita?
Pertama, Allah senantiasa memperhatikan, menyapa, dan mengasihi kita. Lewat Putera Tunggalnya, Bapa hadir dan menyapa kita dalam setiap peristiwa hidup, bahkan kadang dalam peristiwa yang amat sederhana. Persoalannya, kita kerap tidak menyadarinya atau malah menutup kepekaan hati terhadap sapaan Tuhan. Kedua, Allah tak hanya menyapa. Ia juga menginginkan kita menjadi alat-Nya untuk menyampaikan kabar suka cita karya keselamatan Bapa kepada seluruh umat manusia. Sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima 'air kehidupan sejati' dari Bapa, kita wajib membagikannya. Seperti setiap kali usai Perayaan Ekaristi, Imam berpesan: "Pergilah, kalian diutus." Kita semua diutus untuk mewartakan kasih kebaikan Allah. [Mat.28:19] "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa Putera dan Roh Kudus."
Tak perlu khawatir dan takut, karena jika kita bersandar hanya pada Allah maka Bapa akan selalu menyertai kita sampai kepada akhir zaman [Mat.28:20]. (VH)




