
Bacaan I: Yes. 58:7-10; Bacaan II: 1 Kor. 2:1-5; Bacaan Injil: Mat. 5:13-16.
MENJADI GARAM DAN TERANG BAGI SESAMA
Dalam pidato penyerahan piagam penghargaan rakyat Amerika kepada ibu Teresa, pada tanggal 20 Juni 1985, Presiden Amerika Ronald Reagen mengatakan bahwa: “saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepadamu ibu Teresa, kerena hidup dan karyamu telah menginspirasi begitu banyak orang Amerika untuk melibatkan diri dalam membantu orang-orang miskin. Banyak pria dan wanita dari berbagai sektor kehidupan, baik pemerintah maupun swasta, telah digerakkan oleh cahaya terang cinta kasihmu.” Di bagian lain dalam pidatonya ia berucap, “banyak dari kami yang berbicara tentang kebaikan dan belas kasihan tetapi ibu Teresa telah menghidupinya.”
Pidato Presiden Reagen di atas membantu kita untuk memahami pesan Yesus dalam injil hari ini, yaitu menjadi garam dan terang. Garam dan Terang tercipta untuk berfungsi keluar dirinya. Mereka baru disebut berguna bila memberikan manfaat kepada manusia dan berfungsi sesuai tujuan penciptaannya. Demikian juga kita. Yesus mengutus kita menjadi garam dan terang, berarti:
(1) Perkataan dan perbuatan kita harus memberikan inspirasi dan semangat bagi orang lain, seperti teladan ibu Terasa yang mampu menggerakan ribuan hingga jutaan orang untuk membantu sesamanya yang berkekurangan.
(2) Menjadi Garam dan terang, bukan sebatas perkataan tetapi suatu perbuatan nyata dan konkrit yang membawa pembebasan bagi sesama. Dalam bacaan pertama nabi Yesaya mengatakan bahwa terangmu akan merekah seperti fajar bila engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan memberi pakaian bagi orang telanjang.
(3) Semua perbuatan baik itu merupakan ekspresi iman kita kepada Yesus. Kita menolong karena Yesus ada dalam diri mereka yang miskin dan lapar, telanjang dan tidak punya tumpangan. Dalam suatu kesempatan, ibu Teresa menyelamatkan seorang pria yang luka-lukanya penuh larva lalat dan belatung dan menebarkan bau busuk. Ketika sedang mengeluarkan semua belatung itu ia mengingatkan suster-suster mudanya: “Bila saya tidak percaya dengan segenap hati dan jiwa bahwa tubuh orang ini adalah tubuh Yesus, saya tidak akan tahan barang sejenak.” Hari ini kita diajak untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama, karena Yesus ada dalam diri orang-orang yang membutuhkan pertolongan. (LN)




