
Bacaan I: Sir. 15:15-20; Bacaan II: 1 Kor. 2:6-10; Bacaan Injil: Mat. 5:17-37.
ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIRKAN
Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Demikian kata Mary T. Browne dalam bukunya the 5 rules of thought (5 aturan pikiran).
Kutipan ini mempunya makna bahwa segala sesuatu yang kita lihat dan rasakan akan diproses oleh pikiran dan setelah mendapat kekuatan dari emosi, akan keluar dalam bentuk verbal, sikap dan perbuatan. Dan itulah yang akan menjadi identitas dan karakter kita. Konsekuensinya bahwa jika kita berpikir positip maka akan menghasilkan sikap dan tindakan positip, tetapi jika sebaliknya isi pikiran kita negatip maka akan menghasilkan kata, sikap dan tindakan negatip.
Sebenarnya jauh sebelum para ahli Psikologi menemukan proses berpikir yang menghasilkan perbuatan seseorang, Yesus telah mengetahui dan bahkan menggunakan prinsip-prinsip Psikologi di atas dalam pengajaran-Nya. Yesus berpendapat bahwa bukan hanya membunuh tetapi yang marah, berkata kafir dan jahil pun harus dihukum. Demikian juga mereka yang memandang perempuan dan menginginkannya, karena itu sudah merupakan proses menuju suatu perbuatan dosa. Yesus mau mengajarkan bahwa dosa itu bukan hanya terjadi pada perbuatan tetapi sudah ada sejak pertama kali dipikirkan hingga tahap perencanaan. Konstruksi suatu Dosa itu sudah dimulai ketika suatu kejahatan dipikirkan berulangkali, diresapi emosi dan direncanakan. Itulah sebabnya Yesus berkata, Aku datang bukan untuk meniadakan hukum taurat, melainkan untuk menggenapinya.
Makna dari kata menggenapi dalam injil hari ini mengandung arti memberikan makna baru atau melakukan pembaharuan atas dasar hukum taurat yang ada, karena orang-orang Farisi terlalu menekankan pelanggaran hukum dan lupa akan proses sampai terjadinya pelanggaran tersebut. Mereka tidak memberikan edukasi yang benar kepada orang-orang Yahudi, tetapi menciptakan aturan-aturan tambahan yang menjebak, sementara mereka sendiri tidak melakukannya. Hal ini menyebabkan hukum Taurat kehilangan makna bukan sebagai jalan manusia untuk taat dan berbakti kepada Tuhan, melainkan sekedar memenuhi hukum dan aturan manusia.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk berpikir yang benar dan positip sehingga menghasilkan perilaku yang benar, memahami bahwa dosa itu bukan saja perbuatan tetapi termasuk ketika dipikirkan dan direncanakan. (LN)




