
Bacaan I : Kej. 18:1-10a; Bacaan II : Kol. 1:24-28; Bacaan Injil : Luk. 10:38-42.
Menjadi orang yang memiliki otoritas Kristus
Menjadi orang kepercayaan adalah modal sukses bagi setiap orang, suatu quantum prestasi yang diharapkan berhasil diperoleh. Ketika kita dipercaya oleh pimpinan di tempat bekerja, dipercaya oleh dosen menjadi asistennya di kampus, dipercaya oleh masyarakat menjadi wakilnya di lembaga pemerintah adalah kebanggaan luar biasa. Bagaimana jika yang mempercayakan tugas dan tanggung jawab itu adalah Yesus Kristus? Mendapatkan otoritas ini bukanlah hal yang mudah.
Rasul Paulus menjelaskan kepada umat di Kolose bahwa memperoleh kepercayaan dari Tuhan bukan berarti perjalanan hidup ini akan menjadi mudah, mulus dan tanpa rintangan. Kita harus menghadapi ujian dan tantangan yang berat.
Sekarang ini setiap lingkungan di paroki sedang mempersiapkan estafet Ketua Lingkungan beserta kelengkapan pengurusnya. Banyak calon yang didekati, menolak panggilan pelayanan dan perutusan ini dengan berbagai alasan. Mungkin kurang memahami bahwa ini adalah perutusan pelayanan yang dikehendaki oleh Tuhan, dengan segala keterbatasan dan kekurangan pribadi untuk menerima tugas ini
Kalau kita mau membuka diri sebenarnya panggilan menjadi pengurus lingkungan adalah salah satu bentuk wadah bertekun dalam iman. Sepertinya Kita sedang disiapkan menjadi atlit rohani untuk mengikuti perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Setiap atlit rohani memang dituntut memiliki ketekunan dan hati yang selalu tertuju kepada Yesus yang memimpin dalam iman dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Dengan latihan ini kita akan menjadi teguh dan memiliki iman yang selalu baru.
Renungan ini menegaskan: Rasul Paulus berpedoman bahwa jika Tuhan mempercayai kita, kuasaNya akan senantiasa menyertai kita, dan melalui kita, Ia akan mengerjakan perkara-perkara yang besar.
By : Inigo Roesli (IR)




