
Bacaan I : Ams. 8:22-31; Bacaan II : Rm. 5:1-5; Bacaan Injil: Yoh. 16:12-15.
Trinitas
Mengapakah begitu sulitnya memahami Trinitas? Sebab: “Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:17) Tentu saja sulit untuk memahami Trinitas apabila menggunakan pemahaman yang biasa kita pahami tentang dunia, apalagi bagi orang yang menganggap hanya dunia inilah satu-satunya kebenaran karena ia hanya dapat melihat dan berpikir menggunakan perangkat yang diberikan dunia.
Sementara Yesus telah ada sebelum dunia, seperti yang dikatakan bacaan pertama, “Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana”, jadi jelaslah untuk bisa memahami Allah seseorang hanya bisa melalui memohon kepada Roh Kudus untuk diberikan iman untuk bisa memahaminya. Dan iman itu sesungguhnya seperti cinta, hanya saja kepada Allah.
Bila minggu lalu kita dihadapkan pada kenyataan berkurangnya api Roh Kudus dalam hidup kita yang ternyata disebabkan berkurangnya cinta dalam diri kita, maka hari ini kita diingatkan kembali seberapa pahamkah kita saat menghadapi kata Trinitas, karena pada seberapa besarnya kita mengerti dan merasakan kehadiran Trinitas dalam diri kita menunjukkan seberapa besar kasih kita kepada Allah.
Karena hanya dengan merenungkan keberadaan kita di bumi ini, kita merasakan adanya mukjizat kehidupan yang terjadi setiap saat pada seonggok daging tubuh kita, karena kita hidup bukan karena makanan, obat dan suplemen yang kita konsumsi, melainkan kita bisa makan karena masih hidup. Mukjizat-mukjizat itu terjadi karena kehendak dan kasih Allah masih ada dalam diri kita untuk menyalurkan kasih-Nya kepada semua mahluk di sekitar kita. Karena hanya dengan merenungkan mengapa kita mengasihi keluarga kita, merasa kasihan saat bertemu orang sakit dan kelaparan, itu semua karena Yesus selalu hadir dalam diri kita, ingin menampakkan kasih dan perhatian-Nya kepada orang-orang yang miskin, sakit dan terbuang. Dan hanya dengan memandang melalui pengalaman-pengalaman, kita mendapatkan bahwa kita sudah melalui berbagai hambatan dan kesulitan dan tetap baik-baik saja sekarang ini, karena Roh Kudus selalu mendampingi dan mendorong kita untuk tetap kuat. Sehingga walaupun akal budi duniawi kita masih kesulitan memahami Trinitas, kita sebenarnya selalu didalam-Nya setiap detik, setiap saat, dan hari ini kita merayakan dan bersyukur kepada-Nya. [AJ]




