
Bacaan I : Am. 6:1a,4-7; Bacaan II : 1Tim.6:11-16; Bacaan Injil : Luk.16:19-31.
FAKIR MISKIN ADALAH WAJAH TUHAN YANG ADA DI SEKITARMU
Pada akhir tahun 2021, World Bank mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 menyebabkan 100 Juta penduduk dunia jatuh miskin ekstrem. Lalu pada bulan Maret 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26,16 juta jiwa. Dari jumlah ini ada 13,85 juta orang berada di pulau Jawa, dengan perincian 7,93 berada di kota-kota besar Jawa dan 5, 92 ada di desa-desa. Dari data ini kita membaca bahwa pengentasan kemiskinan merupakan usaha semua bangsa bersama dengan badan dunia, termasuk Indonesia dengan segala macam bantuannya. Ada kesadaran umum bahwa kemiskinan harus diberantas dan persamaan kualitas hidup harus terus diusahakan.
Hari ini Yesus juga menyadarkan kita bahwa sikap peduli kepada orang miskin bukan saja perkara dunia tetapi adalah juga perkara Allah. Sudah sejak perjanjian lama Allah menghimbau Israel supaya peduli kepada fakir miskin. Kepada umat Israel Musa berkata: "Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu" (Ulangan 15:10). Lalu Amsal menegaskan bahwa: "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki." (Amsal 28:27). Dalam Perjanjian Baru berulang kali Yesus menegaskan dalam pengajaran-Nya bahwa orang-orang miskin itu adalah kesayangan Allah. “…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40) Dan mereka itu yang empunya kerajaan surga. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat 5:3).
Ceritera injil hari ini membuka mata hati spiritual kita bahwa konsekuensi dari pada mengabaikan kebutuhan sesama yang menderita adalah Neraka. Kekayaan, pangkat dan kebahagiaan fana lainnya adalah anugerah dari Tuhan, bukan supaya dinikmati sendiri tetapi supaya dibagikan juga kepada sesama yang membutuhkan. Mari berbagi berkat Tuhan; ada banyak orang di sekeliling kita yang membutuhkan uluran tangan kasih kita, supaya mereka juga diberkati dan mengalami sukacita Tuhan. (LN).




