
Bacaan I : Keb. 18:6-9; Bacaan II : Ibr. 11:1-2,8-19; Bacaan Injil : Luk. 12:32-48
BERJAGA-JAGA
Injil hari ini, Luk.12:32-48 berbicara tentang sikap "berjaga-jaga". Untuk membangun sikap berjaga-jaga yang tepat, kita harus :
1. Menjauhkan diri dari "sikap materialisme". Mengapa ? "Karena di mana hartamu, di situ pula hatimu" (ayat 34). Sikap materialisme mendorong kita untuk mengumpulkan harta duniawi sebanyak-banyaknya dan mengabaikan harta surgawi. Kita tidak dilarang untuk mencari harta jasmani, namun kita diingatkan untuk tidak menjadi "hamba" atau dikuasai oleh harta jasmani sehingga melupakan harta rohani. Kita diminta untuk mencari "harta surgawi yang tidak akan habis" (ayat 33). Lalu apa yang dimaksud dengan harta surgawi ? Harta surgawi adalah iman yang teguh akan Allah (bdk. bacaan 2 tentang iman Abraham - Ibr. 11:1-2,8-19), hidup dalam Roh, berbagi kasih dengan sesama dan terus mewartakan Kabar Gembira.
2. Selalu siap sedia ! "Hendaklah pinggangmu tetap terikat dan pelitamu tetap menyala" (ayat 35). "Pinggang terikat dan pelita menyala" adalah gambaran sikap siap sedia, baik secara fisik - "pinggang terikat" - maupun secara mental - "pelita menyala". Sikap siap sedia memampukan kita untuk menghadapi situasi apapun, termasuk situasi yang membahayakan iman kita.
3. Bersikap aktif. "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya" (ayat 43). Sikap berjaga-jaga bukanlah sikap pasif atau menunggu-nunggu, melainkan sikap aktif dan waspada. Dengan sikap aktif, seseorang mampu untuk memanfaatkan setiap situasi secara efektif dan produktif.
4. Tanggungjawab. "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut" (ayat 48). Seorang yang berjaga-jaga harus memiliki tanggungjawab, agar apa yang menjadi alasan dia harus berjaga-jaga dapat tercapai. Misalnya, seseorang yang berjaga-jaga untuk memberi keamanan di sebuah gedung atau komplek pasti bertanggungjawab agar gedung atau komplek tersebut terhindar dari pencurian atau perampokan. "Noblesse oblige" - semakin tinggi posisi seseorang, semakin tinggi pula tanggungjawabnya. Status kita sebagai pengikut Kristus menuntut tanggungjawab yang cukup besar. "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Mrk. 8:34). Lalu apa maknanya untuk hidup kita ? Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk selalu mengutamakan harta surgawi dengan mencintai Allah dan sesama, selalu siap sedia dalam menjalankan setiap pelayanan, selalu aktif dengan melakukan hal-hal yang produktif serta bertanggungjawab dalam menjalankan tugas kita. (YS).




